Channel 12: Entitas Israel Alami Trauma Kolektif akibat Perang dengan Hamas
POROS PERLAWANAN – Media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa warga Israel di wilayah Pendudukan mengalami trauma kolektif akibat penahanan ratusan warga oleh Hamas dalam Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis yang signifikan bagi entitas Israel.
Menurut laporan Channel 12 pada Selasa 17 Desember, lebih dari separuh gangguan kecemasan umum yang dialami entitas Israel berkaitan langsung dengan peristiwa penahanan 251 orang Israel oleh Hamas. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu penyebab utama trauma kolektif yang kini melanda Israel.
Militer Israel Akui Kematian Tawanan dalam Serangan Udara
Militer Israel baru-baru ini mengonfirmasi bahwa enam tawanan Israel yang berada dalam tahanan Hamas tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Israel sendiri. Pada 20 Agustus 2023, pasukan Israel menemukan jasad keenam tawanan tersebut di sebuah terowongan di Jalur Gaza.
Warga Permukiman di Perbatasan Menolak Pulang
Hasil penelitian dari Tel Hai College mengungkapkan bahwa 50% entitas di wilayah permukiman perbatasan utara Israel kini mengandalkan obat penenang untuk mengatasi kecemasan. Selain itu, 33% dari mereka enggan kembali ke rumahnya di wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Lebanon, sementara 36% dari pengungsi akibat konflik menjalani terapi psikologis.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa dampak psikologis konflik tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi meluas ke komunitas yang lebih luas di Israel. Trauma kolektif ini menjadi salah satu konsekuensi serius dari konflik yang berkepanjangan, dengan efek yang dirasakan hingga ke tingkat sosial dan kesehatan mental masyarakat.
Temuan ini menegaskan bahwa eskalasi konflik antara Israel dan Hamas tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga telah menciptakan krisis psikologis yang mendalam di wilayah Pendudukan.
