Salami: Poros Perlawanan Mandiri dan Mampu Memproduksi Senjata Mereka Sendiri
POROS PERLAWANAN – Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami menegaskan bahwa Poros Perlawanan di Timur Tengah tidak bergantung pada kekuatan luar. “Kami mendukung mereka secara politik dan spiritual, tetapi mereka memproduksi senjata sendiri. Kekuatan kami melampaui batas-batas wilayah Iran,” ujarnya dalam pidato yang disampaikan di atas kapal Syahid Rudaki di Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan pada Senin 23 Desember.
IRGC: Pilar Kokoh Muslim dan Bangsa Iran
Dalam acara penutupan Konferensi Nasional Shalat IRGC itu Salami memuji pasukan penjaga wilayah Iran yang disebutnya sebagai “pilar kokoh” yang menjaga martabat umat Muslim dan kedaulatan bangsa Iran.
Baginya, tidak ada kekuatan di dunia yang mampu mengalahkan IRGC di darat, laut, maupun udara. “IRGC adalah simbol kekuatan yang tak terkalahkan, karena terhubung dengan sumber inspirasi Ilahi dan nilai-nilai spiritual. Kami bukan hanya penjaga wilayah fisik, tetapi juga penjaga nilai-nilai moral bangsa,” katanya.
Shalat: Sumber Kekuatan Spiritual IRGC
Salami menyebut bahwa shalat sebagai fondasi spiritual IRGC. Ia menggambarkan para prajurit IRGC sebagai individu yang tetap menjalankan shalat bahkan di medan perang. “Shalat memberikan ketenangan hati, memperluas wawasan, dan menguatkan langkah. Shalat bukan sekadar ibadah, tetapi sumber kekuatan moral dalam perjuangan kami,” jelasnya.
Ia memberikan contoh nyata dampak shalat dengan menunjuk perjuangan di Gaza. “Lihatlah bagaimana shalat dan nilai-nilai spiritual membuat anak-anak Palestina berbicara dengan ayat-ayat Suci, dan bagaimana para pejuang Hizbullah menciptakan kemenangan dari tengah api pertempuran,” ujarnya.
Pesan Tegas kepada Zionis
Di sisi lain, Salami mengkritik tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina. “Zionis berpikir bahwa dengan membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang tak bersenjata, mereka telah meraih kemenangan. Namun kenyataannya, mereka hidup dalam kecemasan yang lebih besar dari sebelumnya. Mereka berada dalam kebuntuan dan tidak memiliki masa depan yang jelas,” tegasnya.
Ia menyebut janji Allah tentang orang kafir yang tidak akan mampu mengalahkan orang-orang beriman, dan itu adalah realitas yang terus terbukti. “Musuh kami harus memahami bahwa strategi mereka untuk melemahkan Poros Perlawanan hanya akan memperkuat tekad dan perjuangan kami,” katanya.
Mandiri dan Berdikari: Karakter Poros Perlawanan
Salami menjelaskan setiap anggota Poros Perlawanan memiliki kemandirian dalam perjuangan mereka. “Mereka tidak bergantung pada kami dalam hal senjata atau logistik. Mereka memproduksi senjata sendiri dan bertindak berdasarkan kepentingan nasional masing-masing, namun tetap berada dalam satu visi Perjuangan melawan tirani,” jelasnya.
Ia menambahkan Iran memberikan dukungan maksimal dari sisi moral, politik, dan strategi, namun pejuang Poros Perlawanan menunjukkan keberdayaan mereka sendiri di medan pertempuran.
Kekuatan yang Melampaui Batas Wilayah Iran
Salami menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa kekuatan Iran melampaui batas geografisnya. “Kami memiliki kekuatan yang tidak akan habis. Jika musuh menciptakan situasi untuk pengujian, kami siap menunjukkan arti sebenarnya dari Kekuatan dan Perlawanan,” tegasnya.
Ia memperingatkan musuh untuk tidak salah perhitungan. “Kesalahan pertama mereka bisa menjadi kesalahan terakhir. Kekuatan kami sudah memaksa musuh menyesuaikan strategi mereka, dan mereka tahu konsekuensi yang akan mereka hadapi jika melangkah lebih jauh,” pungkasnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Sebagai penutup, Salami memberikan penghormatan kepada generasi muda Iran yang ia sebut sebagai “anak-anak Jihad dan Pahlawan kemenangan” . Menurutnya, mereka adalah generasi yang akan terus menjaga kehormatan bangsa dan menjadi simbol Kekuatan serta Ketahanan Nasional.
