Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Retaknya Kekuasaan Haiat Tahrir al-Sham Pimpinan al-Jolani

Retaknya Kekuasaan Haiat Tahrir al-Sham Pimpinan al-Jolani

POROS PERLAWANAN – Hanya berselang 14 hari sejak jatuhnya Pemerintahan Bashar al-Assad dan naiknya kelompok Haiat Tahrir al-Sham (HTS) di bawah pimpinan Abu Muhammad al-Jolani, tanda-tanda pertama protes publik terhadap kelompok ini mulai terlihat di Suriah. Setelah dua pekan suasana yang relatif tenang, gelombang ketidakpuasan kini mencul di kota-kota seperti Aleppo dan Idlib, memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Pemerintahan transisi tersebut.

Kondisi Pemerintahan HTS yang Rawan

Abu Muhammad al-Jolani berupaya mempertahankan kesan stabilitas selama dua pekan awal Pemerintahannya. Namun, para analis berulang kali memperingatkan bahwa akar ideologi kelompok ini—yang berhaluan Takfiri dan Salafi ekstrem—bertentangan dengan pendekatan sekular yang kini dicoba oleh Jolani. Banyak komandan tingkat menengah di dalam HTS tetap mendukung pembentukan negara Islam radikal, sehingga sulit menerima visi reformasi sekular yang diusung Jolani.

Insiden Penculikan di Aleppo

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan HTS baru-baru ini menculik puluhan orang di Aleppo yang diduga sebagai oposisi. Kemarin pagi (22 Desember), sejumlah besar warga melakukan aksi unjuk rasa di kota tersebut, menuntut pembebasan para tahanan dan memprotes pembentukan pemerintahan sekular di Suriah.

Sebagai tanggapan atas aksi tersebut, pasukan HTS menculik 10 wanita yang merupakan kerabat para demonstran. Langkah ini memicu kemarahan keluarga korban, hingga sekelompok wanita bersenjata turun ke jalan menuntut pembebasan segera para tahanan tanpa syarat.

Protes di Idlib dan Pernyataan Aktivis

Di sisi lain, kelompok aktivis oposisi di Idlib menerbitkan pernyataan terbuka yang ditujukan kepada Ahmad al-Shar’a (nama asli Jolani), meminta pembebasan seluruh tahanan di penjara HTS.

Dalam pernyataan itu disebutkan: “Berdasarkan sikap kami yang konsisten mendukung siapa pun yang tertindas, kami menyerukan kepada Anda untuk segera membebaskan seluruh tahanan di penjara HTS di Idlib—kecuali mereka yang telah divonis bersalah atas tindak pembunuhan berdasarkan bukti yang diajukan di pengadilan independen. Langkah serupa harus diterapkan di penjara lain di Suriah agar keluarga mereka dapat merasakan kegembiraan kemenangan bersama rakyat Suriah lainnya.”

Laporan dari situs al-Araby al-Jadeed juga mengonfirmasi bahwa HTS selama beberapa tahun terakhir sering melakukan penculikan anggota kelompok oposisi di wilayah Idlib.

Sejarah Protes terhadap Jolani

Protes terhadap Abu Muhammad al-Jolani dan HTS bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, penduduk Idlib telah berulang kali turun ke jalan, menyerukan penggulingan Jolani. Salah satu aksi demonstrasi besar berlangsung pada 22 Maret 2024 di Idlib, di mana warga dengan tegas menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan kelompok tersebut.

Masa Depan yang Tidak Pasti

Gelombang protes ini menyoroti rapuhnya Pemerintahan HTS dan ketidakpuasan yang meluas di kalangan rakyat. Perkembangan ini menunjukkan bahwa Jolani akan menghadapi tantangan serius dalam upayanya mempertahankan kekuasaan, terutama jika ia gagal menyeimbangkan kepentingan internal kelompoknya dengan aspirasi rakyat Suriah. Jika aksi protes meluas, bukan tidak mungkin Suriah kembali memasuki periode krisis yang dapat mengubah lanskap politik negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *