Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Tel Aviv Tetap Anggap Penguasa Baru Suriah ‘Teroris’ Meski Berbaik Hati kepada Israel

Tel Aviv Anggap para Penguasa Baru Suriah ‘Teroris’ Meski Berbaik Hati kepada Israel

POROS PERLAWANAN – Gubernur baru Damaskus dalam wawancara dengan situs NPR menyatakan, penguasa baru Suriah tidak berniat membahayakan keamanan Israel.

Diberitakan Fars, setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad, Rezim Zionis membombardir sejumlah titik di Suriah. Meski demikian, Gubernur baru Damaskus berusaha menjustifikasi agresi tersebut.

”Bisa dipahami bahwa ketika sebuah Pemerintahan baru muncul di Suriah, Israel akan merasa khawatir,” ujarnya.

“Barangkali Israel merasa takut. Sebab itu, mereka sedikit bergerak maju dan menggempur sebagian kawasan.”

“Kami tidak takut sama sekali kepada Israel. Kami juga tidak punya masalah dengannya. Kami tak ingin terlibat dalam urusan apa pun yang mengancam keamanan Israel,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menlu Israel, Gideon Sa’ar menanggapi sinis ‘kebaikan hati’ para penguasa baru Suriah. Sa’ar menyebut mereka sebagai “sindikat teroris.”

Kantor Berita Arutz Sheva dalam laporannya menyatakan, Pemerintah baru Suriah adalah kelompok yang seharusnya membuat para penguasa Israel tidak boleh tidur.

Dalam rapat kerja di Kemenlu Israel, Sa’ar mengungkap kesangsiannya soal stabilitas Pemerintahan baru Suriah. Ia mengatakan, para penguasa baru Suriah adalah sindikat teroris, bukan sebuah Pemerintahan stabil.

“Dunia membicarakan perubahan terorganisasi rezim di Suriah. Namun bukan berarti bahwa itu adalah Pemerintahan baru yang dipilih secara demokratis dan memerintah seluruh Suriah,” kata Sa’ar.

“Mereka adalah gerombolan teroris yang awalnya berada di Idlib. Kemudian mereka menguasai Damaskus dan kota-kota lain.”

“Dunia ingin menyaksikan kehadiran mereka dalam rupa sebuah rezim baru dan stabil, karena semua negara ingin memulangkan para pengungsi kembali ke Suriah. Namun kondisinya tidak demikian.”

“Di dekat kawasan pesisir, masih terjadi konfrontasi dengan kelompok Alawi. Erdogan secara terbuka mengancam akan menghancurkan etnis Kurdi dan mengganggu komunitas Kristen.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *