Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Siap Merespons Setiap Ancaman dengan Tegas
POROS PERLAWANAN – Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Sabtu 28 Desember menegaskan kesiapan Angkatan Bersenjata untuk merespons setiap ancaman dan agresi dari musuh dengan kekuatan penuh. Dalam sebuah pernyataan resmi itu, menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran, didukung oleh pengalaman bertahun-tahun, teknologi pertahanan terbaru, dan dukungan rakyat, siap memberikan respons tegas dan menghancurkan terhadap setiap ancaman.
Pernyataan tersebut dikeluarkan dalam rangka memperingati ‘Dekade Basirat’ yang diperingati setiap tanggal 9 hingga 19 Dey bulan Iran, dan lima tahun Syahidnya Letnan Jenderal Haj Qasim Soleimani.
“Dengan seluruh kemampuan dan kesiapan penuh, kami siap memberikan respons tegas dan menghancurkan terhadap setiap ancaman dan agresi dari musuh-musuh Revolusi Islam,” tulis pernyataan tersebut.
Peran Rakyat dan Kepemimpinan
Markas Besar juga menyoroti pentingnya peran rakyat serta kepemimpinan Wilayah Faqih sebagai dua pilar utama Republik Islam Iran. Kombinasi keduanya, menurut pernyataan tersebut, telah memungkinkan Iran mencapai berbagai cita-cita revolusioner sekaligus mengatasi tantangan besar.
“Rakyat dan Wilayah Faqih adalah pilar utama Republik Islam Iran. Dengan kekuatan ini, bangsa kami mampu mengatasi berbagai rintangan yang dihadapi sejak revolusi berlangsung.
“Sistem tirani yang dipimpin oleh Amerika Serikat yang licik, dengan bantuan rezim Zionis yang kejam dan pembunuh anak, selama revolusi ini tidak pernah mengurangi upaya mereka untuk melawan Revolusi Islam dan tujuannya. Mereka menggunakan semua sumber daya yang dimiliki. Namun, berkat anugerah Allah, dengan kehadiran rakyat yang setia pada Wilayah dalam berbagai arena dan dengan kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Umat Muslim, mereka terus-menerus menghadapi kekalahan yang memalukan”, lanjut pernyataan itu.
Ancaman Sistem Tirani Global
Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menyoroti ancaman yang datang dari kekuatan global, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dikatakan bahwa kedua kekuatan tersebut terus berusaha melawan Revolusi Islam melalui berbagai cara, termasuk menciptakan ketidakstabilan di kawasan, seperti yang terjadi di Suriah.
“Apa yang terjadi di Suriah adalah hasil dari konspirasi Amerika dan Zionis untuk mengamankan kepentingan mereka di Asia Barat.
“Saat ini, hambatan terbesar terhadap kezaliman dan kejahatan mereka adalah Sistem Suci Republik Islam. Oleh karena itu, mereka berusaha menggunakan semua kapasitas internasional dan regional untuk mengatasinya”, jelas pernyataan itu.
Iran optimistis bahwa konspirasi ini akan mengalami kegagalan, seperti berbagai upaya mereka sebelumnya. “Sejarah telah menunjukkan bahwa setiap ambisi mereka akan dihancurkan oleh rakyat Iran yang tangguh,” tulis pernyataan itu.
Peringatan Hari Syahid Soleimani
Markas Besar juga memperingati lima tahun wafatnya Letnan Jenderal Syahid Haj Qasim Soleimani, yang dianggap sebagai simbol perjuangan dan keteguhan melawan musuh-musuh Revolusi Islam.
Sebagai penutup, Markas Besar Angkatan Bersenjata menegaskan komitmen penuh mereka untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Iran. “Kami tidak akan ragu sedikit pun dalam menjaga keamanan negara ini dan siap memberikan respons yang keras terhadap setiap ancaman,” tegasnya.
Pernyataan ini menunjukkan tekad Iran untuk tetap mempertahankan keamanan dan stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Dengan dukungan rakyat dan teknologi pertahanan terbaru, Iran memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan.
