Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Hashd Al-Shaabi Tegaskan Kesetiaan pada Fatwa Ulama, Para Syuhada, dan Republik Islam Iran

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Hashd Al-Shaabi, Faleh Al-Fayyadh menegaskan komitmen organisasinya untuk tetap setia pada nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para syuhada dan Fatwa Jihad Kifayah. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato peringatan Syahidnya Qasim Soleimani, Abu Mahdi Al-Muhandis, dan rekan-rekan mereka yang gugur akibat serangan udara Amerika Serikat di Baghdad pada Januari 2020.

Fayyadh menekankan penghormatan kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjuangan Hashd Al-Shaabi, termasuk Republik Islam Iran, sebagaimana dinukil oleh Kantor Berita Iran, IRNA pada 28 Desember.

Acara yang digelar di kota Diyala, Irak pada Sabtu 28 Desember itu sekaligus memperingati kemenangan besar dalam membebaskan Dhuluiya, wilayah strategis di provinsi tersebut.

“Diyala hari ini menjadi saksi bagi tekad kami untuk melanjutkan jalan para syuhada dan Fatwa Jihad Kifayah yang telah menyelamatkan Irak dari kehancuran,” ujar Fayyadh.

Hashd Al-Shaabi: Pilar Pertahanan Irak

Fayyadh menegaskan Hashd Al-Shaabi, bersama Angkatan Bersenjata Irak, memainkan peran utama dalam melindungi Tanah Air dari ancaman internal dan eksternal. “Hashd adalah pelopor dalam menanamkan semangat kemenangan dan jihad. Bersama tentara, polisi, dan unit antiteror, kami menjadi tembok pelindung Irak,” jelasnya.

Ia menyoroti peran penting Hashd Al-Shaabi sebagai penjaga hukum dan konstitusi, seraya menambahkan bahwa Organisasi tersebut telah membuktikan kesetiaannya kepada negara dengan menghancurkan kelompok-kelompok teroris yang disebut sebagai “negara khayalan”. “Kami tidak hanya menjaga keamanan fisik negara, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dan keadilan,” kata Fayyadh.

Kesiapan Menghadapi Ancaman

Meski tidak ada ancaman besar yang terlihat saat ini, Fayyadh mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan. Ia mengatakan Hashd Al-Shaabi memantau situasi regional, termasuk di Suriah, dan siap merespons setiap keadaan darurat. “Kami tidak melihat ancaman langsung, tetapi jika ada, kami siap menghadapinya dengan seluruh kekuatan kami,” tegasnya.

Ia menyebut ancaman saat ini hanyalah kelompok kecil teroris yang bersembunyi di wilayah seperti Kirkuk, Salahuddin, dan Anbar. “Mereka tidak lebih dari tikus yang bersembunyi di sarangnya,” ujar Fayyadh, menegaskan kesiapan pasukan Hashd Al-Shaabi untuk melindungi setiap jengkal tanah Irak.

Menghormati Pengorbanan Syuhada

Fayyadh menekankan Hashd Al-Shaabi dibangun dengan dasar pengorbanan besar para syuhada dan Kepemimpinan Ulama. Ia menyebut bahwa Syahid Qasim Soleimani dan Abu Mahdi Al-Muhandis adalah figur sentral dalam setiap langkah yang diambil Organisasi tersebut. “Peran mereka tidak tergantikan. Hashd Al-Shaabi mendapatkan kekuatan dari warisan para syuhada ini,” kata Fayyadh.

Ia juga menyebut bahwa pengorbanan para syuhada adalah pilar utama dalam membangun nilai-nilai luhur di Irak. “Nilai-nilai besar tidak akan terwujud tanpa pengorbanan yang luar biasa. Hari ini, kami mengenang mereka dengan penuh rasa hormat,” imbuhnya.

Hashd sebagai Wadah Nasional

Hashd Al-Shaabi, yang kini beranggotakan lebih dari 250.000 personel, dianggap sebagai simbol Persatuan Nasional. Fayyadh menegaskan Organisasi ini berusaha merangkul semua komponen masyarakat Irak tanpa memandang latar belakang etnis atau agama. “Hashd Al-Shaabi adalah milik rakyat Irak, dan kami memastikan semua pihak merasa terwakili dalam perjuangan kami,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian Organisasi tersebut dalam hal persenjataan. “Meski menghadapi banyak tantangan, kami telah membangun jalur produksi senjata kreatif melalui kerja sama dengan Badan Industri Militer. Senjata ini dirancang untuk melindungi Tanah Air, bukan untuk perang di negara lain,” katanya.

Kesetiaan kepada Republik Islam Iran

Fayyadh mengakhiri pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung Hashd Al-Shaabi, terutama Republik Islam Iran. Ia menyebut Iran sebagai mitra penting dalam perjuangan Irak melawan terorisme. “Kami tidak akan pernah melupakan dukungan Iran, khususnya peran besar Syahid Soleimani, dalam menyelamatkan Irak dari kehancuran,” tegasnya.

Hashd Al-Shaabi, lanjut Fayyadh, akan terus berjuang mempertahankan kemenangan yang telah diraih, demi agama, Tanah Air, dan rakyat Irak. “Kami adalah penjaga negara ini, dan kami akan tetap setia pada jalan para syuhada,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *