Majelis Tinggi Islam Lebanon Kritik Otoritas Beirut: Tunjukkan Kepahlawanan Kalian di Hadapan Musuh Israel, Alih-alih Penumpang Pesawat dari Iran
POROS PERLAWANAN – Dalam khotbah salat Jumat 3 Januari kemarin, Wakil Ketua Majelis Tinggi Islam Syiah Lebanon, Syekh Ali Khatib meminta seluruh faksi Lebanon untuk mengkaji ulang kinerja politik lalu mereka. Khatib mendesak faksi-faksi politik Lebanon mewujudkan sebuah Pemerintahan kuat dan adil, yang mampu merangkul berbagai kelompok nasional dan gerakan politik, sekaligus meyakinkan semua pihak tentang masa depan dan nasib Lebanon.
Dikutip Mehr dari Elnashra, Khatib mengkritik perlakuan aparat keamanan bandara Beirut terhadap para penumpang pesawat Iran. Ia mengatakan, ”Mendagri mesti menunjukkan kepahlawanannya di hadapan musuh, bukan di hadapan orang-orang yang berkorban demi membela keutuhan wilayah Lebanon, juga orang-orang Syiah Lebanon yang tiba di bandara Beirut dari Republik Islam Iran.”
“Sebelum ini, kami telah memperingatkan dampak dari sikap dualisme ini. Orang-orang Syiah tidak kalah. Mereka berjuang teguh dalam sebuah perang besar di hadapan musuh dan berhasil menggagalkan tujuan-tujuan mereka. Di saat bersamaan, Pemerintah Lebanon, yang meneken kesepakatan gencatan senjata dengan partisipasi PBB, terutama Prancis dan AS, masih belum mampu memaksa mereka mencegah agresi Israel dan pelanggarannya terhadap gencatan senjata. Sebab itu, Pemerintah jangan memperlakukan kami dengan logika semacam ini.”
“Di masa lalu, Iran telah berulang kali membantu Lebanon dalam menghadapi agresi Rezim Zionis. Iran mengumumkan kesiapannya untuk memberikan bantuan melalui Pemerintah Lebanon dan lembaga-lembaga resmi demi merekonstruksi Lebanon. Mungkin Iran adalah satu-satunya Pemerintahan yang hingga kini menyatakan kesiapannya untuk itu. Dalam situasi ini, apakah tindakan ini (penggeledahan para penumpang Iran) akan menguntungkan Lebanon atau berarti kita menyerah di hadapan logika musuh?”
Aparat keamanan Lebanon melakukan tindakan tak lazim dengan menggeledah sebuah pesawat komersial Iran di Bandara Rafiq Hariri di Beirut selama berjam-jam. Menurut laporan al-Manar, aparat keamanan bandara menggeledah badan para penumpang Mahan Air dan tas-tas mereka. Pemeriksaan tersebut berlangsung lama dan menyulut kemarahan para penumpang.
