Al-Qassam: 3 Sayap Militer Perlawanan Lakukan Operasi Gabungan Anti-Zionis
POROS PERLAWANAN – Brigade Izzuddin al-Qassam (sayap militer Hamas) pada Kamis dini hari 9 Januari menyatakan bertanggung jawab atas penembakan terhadap orang-orang Zionis di Qalqaliya.
“Dengan kerja sama Brigade al-Quds (sayap militer Jihad Islam) dan Brigade al-Aqsa (sayap militer Fatah), kami mengumumkan bertanggung jawab atas operasi penembakan di desa al-Funduq di Qalqaliya,” demikian dinyatakan Brigade al-Qassam dalam statemennya, dikutip Fars dari al-Jazeera.
“Syahid kami, Komandan Jafar Dabasah adalah perencana operasi heroik ini. Melalui operasi heroik ini, Perlawanan mengirim pesan kesatuan lapangan (kepada Israel).”
“Operasi-operasi gabungan mendatang adalah pesan paling kuat tentang persatuan sayap-sayap militer Perlawanan bagi siapa pun yang berniat menyerang Perlawanan,” tegas al-Qassam.
Sementara itu, media-media Zionis mengakui bahwa 3 serdadu Israel lain tewas akibat ledakan bom di Gaza.
Menurut laporan media-media Zionis, ledakan sebuah bom buatan tangan telah menewaskan 3 serdadu dan melukai beberapa lainnya.
Pada Rabu kemarin, gerai-gerai berita mengabarkan terjadinya insiden keamanan yang sangat buruk atas Militer Israel di Gaza. Mereka memberitakan, Perlawanan Palestina sukses memangsa sejumlah tank dan serdadu Zionis.
Laporan-laporan awal menunjukkan bahwa 2 tank Militer Israel diledakkan oleh para pejuang Perlawanan.
Perang Gaza telah memasuki hari ke-460. Media-media Zionis mengakui bahwa Militer Israel menyensor ketat pemberitaan statistik kerugian yang dideritanya. Hal ini dilakukan karena tingginya jumlah serdadu Israel yang tewas dan kekhawatiran Militer akan reaksi publik Zionis.
Media-media Zionis sebelum ini membeberkan, ada perbedaan besar antara statistik serdadu terluka yang diumumkan Militer Israel dengan yang dipublikasikan oleh rumah-rumah sakit Israel.
Kanal 12 Israel melaporkan, Otoritas rumah-rumah sakit telah diminta agar tidak memublikasikan statistik kerugian perang tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Militer.
