Israel Umumkan Nama para Tawanan Palestina yang Dibebaskan di Tahap Awal
POROS PERLAWANAN – Sebuah sumber eksklusif di Perlawanan Palestina mengumumkan, Mesir telah mulai mengambil tindakan untuk menjalankan kesepakatan gencatan senjata.
Diberitakan Tasnim, sumber tersebut dalam wawancara dengan al-Mayadeen mengatakan, langkah=langkah terkait penyerahan tawanan, pengiriman bantuan ke Gaza, dan penindaklanjutan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di lapangan telah dimulai.
“Perlintasan Rafah saat ini sedang direnovasi. 14 hari setelah diserahkannya tawanan serdadu wanita Israel, perlintasan ini akan dibuka dengan koordinasi pihak-pihak Mesir serta Palestina,” tuturnya.
“Prioritas dalam masalah kemanusiaan adalah mengurus para pasien dan korban luka serta masuknya bantuan dengan koordinasi Mesir. Di tahap awal kesepakatan, Militer Israel akan menjauh dari perlintasan Rafah hingga 1 km sampai berakhirnya fase penarikan mundur pasukan Israel dari koridor Philadelphia.”
Pada Jumat kemarin, sebuah sumber Palestina lain mengumumkan detail terbaru proses pertukaran tawanan. Dia mengatakan, 20 tawanan wanita dan anak Palestina akan ditukar dengan satu tawanan wanita dan anak Israel. Begitu pula 30 tawanan wanita lansia dan pasien Palestina akan ditukar dengan satu tawanan lansia dan sakit Israel.
Menurutnya, untuk pembebasan tiap satu serdadu wanita Israel, sebanyak 30 tawanan Palestina yang divonis hukuman seumur hidup akan dibebaskan, ditambah 20 tawanan yang divonis hukuman penjara lama.
Kementerian Hukum Israel di situsnya telah memublikasikan nama para tawanan Palestina yang akan dibebaskan di tahap awal kesepakatan. Kementerian Hukum Israel menyatakan, mereka tidak akan dibebaskan sebelum pukul 16.00 Minggu 19 Januari.
Daftar yang dipublikasikan Israel mencakup 95 tawanan dan tahanan Palestina. Nama-nama lain akan diumumkan belakangan.
Di antara nama-nama menonjol di daftar tersebut adalah Khalida Jarar, salah satu pimpinan Front Rakyat Pembebasan Palestina, Abalah Abdurrasul Saadat, istri Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina, Ahmad Saadat, Dalal Khusaib al-Arouri, saudari Syahid Saleh al-Arouri, Wakil Kantor Politik Hamas yang diteror Israel tahun lalu.
Daftar tersebut meliputi para tahanan Palestina, termasuk beberapa anak. Sebagian besar tawanan yang akan dibebaskan berasal dari Tepi Barat, sementara sebagian lainnya dari Quds.
Di antara mereka ada 11 anggota Hamas, 9 anggota Fatah, dan 4 anggota Front Rakyat Pembebasan Palestina.
