Sebut Elon Musk Dukung Kelompok Ekstrem, Kementerian-Kementerian Jerman Resmi Tinggalkan Platform X
POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman secara resmi menghentikan penggunaan platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Keputusan ini diambil menyusul tuduhan bahwa platform tersebut mendukung kelompok sayap kanan ekstrem di Jerman dan melanggar prinsip netralitas. Langkah tersebut merupakan respons tegas Pemerintah Jerman terhadap kontroversi yang melibatkan pemilik platform, Elon Musk.
Menurut laporan Politico yang dikutip oleh Kantor Berita Farsnews pada Sabtu 18 Januari, Kementerian Pertahanan Jerman beserta Angkatan Bersenjata Republik Federal Jerman (Bundeswehr) akan menonaktifkan akun-akun resmi mereka di platform X. Keputusan ini menjadi bentuk protes terhadap sikap Musk yang dianggap melanggar prinsip netralitas dan mempromosikan kelompok politik ekstrem.
Latar Belakang Kontroversi
Pada Desember 2023, Elon Musk secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pernyataan pemimpin partai sayap kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (AfD). Dalam cuitannya, Musk mengkritik Kanselir Jerman, Olaf Scholz dengan menyebutnya “orang bodoh” dan mengeklaim bahwa AfD adalah “satu-satunya kekuatan yang mampu menyelamatkan Jerman”.
Kontroversi memuncak ketika Musk melakukan percakapan langsung di platform X dengan salah satu Pemimpin AfD, Alice Weidel. Banyak pihak, termasuk Pemerintah Jerman, menganggap tindakan ini sebagai bentuk campur tangan asing dalam politik domestik, yang memicu reaksi keras.
Tindakan Kementerian Jerman
Kementerian Pertahanan Jerman mengumumkan akan memindahkan semua komunikasi resminya ke platform WhatsApp, sedangkan Kementerian Luar Negeri Jerman akan menggunakan Bluesky. Kedua Kementerian menyatakan bahwa keputusan tersebut dilandasi kekhawatiran terhadap dampak negatif platform X terhadap stabilitas politik dan keamanan nasional Jerman.
Langkah ini mencerminkan pandangan Pemerintah bahwa platform media sosial harus bersikap netral dan tidak digunakan untuk mendukung agenda politik ekstrem.
Reaksi dari Lembaga dan Tokoh Publik
Sebelum keputusan Pemerintah, lebih dari 60 universitas dan institusi penelitian di Jerman telah mengumumkan penghentian aktivitas di platform X. Mereka menilai bahwa campur tangan Musk dalam urusan internal Jerman telah melampaui batas yang dapat diterima.
Selain itu, sejumlah akademisi dan tokoh publik Jerman menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menyerukan agar media sosial tidak menjadi alat propaganda yang merusak nilai-nilai demokrasi dan pluralisme.
Implikasi dan Masa Depan
Keputusan ini mencerminkan komitmen Jerman untuk menjaga stabilitas politik dan menolak dukungan terhadap kelompok ekstremis. Langkah tersebut juga menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi global agar menghormati prinsip netralitas, terutama dalam konteks politik domestik.
Dengan semakin banyak lembaga pemerintah, akademisi, dan tokoh publik yang meninggalkan platform X, masa depan platform tersebut di Jerman dan Eropa tampaknya berada dalam tekanan. Keputusan ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran prinsip netralitas dapat membawa konsekuensi serius, terutama dalam menjaga demokrasi dan stabilitas politik.
