Sekjen Al-Nujaba Ultimatum AS: Keluar dari Irak Segera atau Kalian akan Melihat ‘Neraka’
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Gerakan al-Nujaba, Akram al-Kaabi, dalam sebuah pidato berapi-api pada Selasa malam 18 Januari menegaskan bahwa jika pasukan Amerika Serikat tidak segera menarik diri dari Irak, mereka akan menghadapi akibat yang sangat serius, ibarat melihat “neraka”.
Al-Kaabi, yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam Poros Perlawanan di kawasan Timur Tengah, juga menegaskan meskipun ada pergantian pemerintahan di AS, perjuangan mereka untuk Palestina dan Al-Quds (Yerusalem) tetap akan berlanjut tanpa kompromi.
Menghadapi Pemerintahan Baru AS dengan Keteguhan
Al-Kaabi menyatakan bahwa pihaknya tidak merasa khawatir dengan pelantikan Presiden Donald Trump, meskipun beberapa pihak di Kawasan berharap perubahan kebijakan luar negeri AS terkait Timur Tengah. “Kami tidak takut pada presiden baru Amerika Serikat. Pergantian kepemimpinan AS tidak akan memengaruhi komitmen kami untuk Palestina dan Al-Quds,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa meskipun negara-negara besar dan organisasi internasional seperti PBB seringkali mengecewakan perjuangan Palestina, Gerakan al-Nujaba tidak mengandalkan mereka dalam perjuangannya. “Kami hanya bergantung pada kekuatan dari Allah,” tegas al-Kaabi.
Fokus Utama: Palestina dan Al-Quds
Al-Kaabi mengingatkan bahwa perjuangan Gerakan al-Nujaba dan sekutunya di Irak, Lebanon, Yaman, dan tempat lain akan tetap berfokus pada Palestina, yang ia sebut sebagai “isu terpenting dunia Islam”. Ia menegaskan meskipun sejumlah negara Arab telah memilih untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, Gerakan al-Nujaba tidak akan pernah berkompromi dalam mendukung Palestina dan membela Al-Quds dari cengkeraman rezim Zionis. “Kami tidak akan pernah meninggalkan Palestina, tidak peduli seberapa besar tekanan atau ancaman yang kami hadapi,” ujar al-Kaabi dengan tegas.
Mengkritik Peran Mediator yang Membantu Israel
Al-Kaabi juga menyoroti peran negara-negara yang terlibat dalam mediasi konflik Palestina-Israel. Ia mengkritik keras upaya mediasi yang menurutnya hanya menguntungkan pihak Israel. “Mediator ini bukan berusaha untuk mendamaikan, mereka hanya berusaha menyelamatkan rezim Zionis dari kekalahan yang pasti. Mereka tidak memberikan apapun untuk Palestina,” ucap al-Kaabi, merujuk pada negara-negara Barat dan beberapa negara Arab yang terlibat dalam normalisasi dengan Israel.
Al-Kaabi menambahkan, meskipun Israel telah mengalami kerugian besar dalam beberapa tahun terakhir, mediasi dari negara-negara ini hanya bertujuan untuk membuat posisi rezim Zionis kembali stabil.
Seruan untuk Kekuatan Perlawanan yang Lebih Besar
Dengan penuh keyakinan, al-Kaabi menyatakan bahwa perjuangan Poros Perlawanan, yang mencakup Gerakan al-Nujaba dan berbagai Kelompok Perlawanan lainnya di Timur Tengah, semakin kuat. “Kami telah memberikan yang terbaik dari diri kami untuk membela Palestina, dan kami yakin kemenangan semakin dekat. Tidak ada tempat untuk mundur atau takut. Kami akan terus berjuang sampai akhir.”
Al-Kaabi juga menyampaikan bahwa perjuangan ini adalah bagian dari perjalanan yang lebih besar, yang terinspirasi oleh nilai-nilai yang dibawa oleh Imam Husain a.s. “Kami mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Imam Husain, jalan Perlawanan terhadap tirani dan kezaliman,” ujarnya.
Ancaman terhadap Pasukan AS di Irak
Mengenai kehadiran pasukan AS di Irak, al-Kaabi mengeluarkan peringatan keras bahwa jika pasukan AS tidak segera keluar dari negara itu, Gerakan al-Nujaba dan sekutu-sekutunya akan melanjutkan perjuangan mereka dengan lebih intensif. “Kami siap melanjutkan operasi kami jika pasukan AS tidak menarik diri dari Irak. Kami tidak akan berhenti sampai mereka pergi. Kami tidak takut pada siapa pun, kecuali Allah,” ucapnya dengan penuh keyakinan.
Al-Kaabi mengingatkan bahwa AS sebelumnya berencana untuk menarik pasukannya dari Irak setelah peristiwa di Suriah, namun kini mereka tampaknya menunda-nunda keputusan tersebut, khususnya terkait pangkalan militer Ain al-Assad. “Ini adalah masalah yang sangat berbahaya, dan jika mereka tidak segera mundur, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut,” jelasnya.
Mengutuk Para Penguasa Arab yang Menangisi Holocaust, Namun Diam Terhadap Kejahatan Israel
Al-Kaabi juga tidak ragu umengkritik tajam para penguasa Arab yang sering menangisi tragedi Holocaust, namun tidak bersuara tentang kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. “Holocaust yang sebenarnya adalah kejahatan yang dilakukan oleh Israel di Gaza, di mana mereka membunuh anak-anak, wanita, dan orang tak berdosa lainnya. Itu adalah Holocaust yang nyata,” kata al-Kaabi dengan penuh penekanan.
Perang Informasi dan Perhatian terhadap Kejahatan Israel
Al-Kaabi juga memperingatkan Israel akan terus mencari cara untuk melanjutkan agresi melalui perang informasi. “Mereka berusaha untuk mengalihkan perhatian dunia dari kejahatan yang mereka lakukan dan mengubah persepsi publik, tetapi kami siap menghadapi segala bentuk serangan, termasuk serangan informasi,” ujarnya sambil menambahkan bahwa mereka akan terus melawan setiap upaya yang bertujuan untuk melemahkan Poros Perlawanan.
Panggilan untuk Keadilan dan Perlawanan
Di akhir pidatonya, al-Kaabi kembali menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi keadilan, khususnya untuk Palestina. Ia menegaskan bahwa perlawanan terhadap rezim Zionis dan kekuatan imperialisme global akan terus berlanjut. “Kami tidak akan pernah mundur dalam perjuangan ini. Jika pasukan AS tidak keluar dari Irak, kami akan memaksa mereka merasakan akibat dari keputusannya,” tegas al-Kaabi, mengakhiri pidatonya dengan penuh determinasi.
Pernyataan al-Kaabi ini menunjukkan bahwa Gerakan al-Nujaba dan Kelompok-kelompok Perlawanan di Kawasan tidak hanya berfokus pada perjuangan melawan Israel, tetapi juga berkomitmen untuk menuntut keadilan dan mengusir kekuatan asing dari tanah mereka, khususnya Amerika Serikat yang masih ngotot mempertahankan keberadaannya di Irak.
