Benarkah Donald Trump Akan Jadikan Irak Seperti Suriah?
POROS PERLAWANAN – Sebuah sumber keamanan Irak mengungkapkan bahwa perbatasan Irak dan Suriah kini menjadi titik fokus dalam pergerakan dan penempatan kembali pasukan Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan surat kabar Al-Akhbar pada Rabu 22 Januari, sumber tersebut mengungkapkan bahwa perkembangan terkini di Suriah memaksa Washington mengevaluasi ulang keberadaan pasukannya di kedua negara tersebut. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi perubahan besar di kawasan Timur Tengah.
Sumber itu menjelaskan bahwa setelah jatuhnya rezim Presiden Suriah sebelumnya, peta penempatan pasukan Amerika mengalami pergeseran signifikan. Mereka memperkirakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Washington kemungkinan akan memperkuat kehadiran militernya di kawasan ini, khususnya di Irak, dengan menambah jumlah pasukan.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pasukan Amerika yang sebelumnya berada di Suriah kini mundur, membawa kendaraan militer dan peralatan penting, serta berpindah lebih dalam ke wilayah Irak. Pasukan tersebut kini dalam posisi siaga di sepanjang perbatasan Irak-Suriah.
Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Ali Al-Bindawi menyatakan bahwa situasi di kawasan ini sangat tidak stabil, dengan perubahan yang terus terjadi. Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan perubahan lebih lanjut di masa depan, mengingat kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah. Amerika Serikat berupaya mempertahankan kehadiran militernya di kawasan ini dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, Al-Bindawi menegaskan bahwa lembaga-lembaga keamanan Irak terus memantau perbatasan dengan saksama. Ia mengimbau Pemerintah Irak untuk lebih memahami sifat pergerakan pasukan Amerika ini serta mengevaluasi potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Al-Bindawi juga mengingatkan bahwa Irak memiliki serangkaian perjanjian dengan Amerika Serikat, termasuk perjanjian kerangka kerja keamanan dan perjanjian terkait jadwal penarikan pasukan berdasarkan hasil komite militer bersama antara kedua negara. Meskipun pasukan Amerika beberapa kali melakukan rotasi pasukan di perbatasan Irak, pergeseran kali ini terjadi dalam konteks yang lebih luas. Beberapa pihak berpendapat bahwa Irak berada di ambang perubahan besar yang mungkin akan menyerupai apa yang terjadi di Suriah.
Laporan ini menunjukkan bahwa meskipun langkah-langkah militer Amerika di kawasan ini bersifat dinamis, potensi perubahan besar terhadap stabilitas Irak tetap ada, dengan dampak yang mungkin lebih mendalam di bawah Pemerintahan Donald Trump.
