Yaman Bebaskan 153 Tahanan Koalisi Saudi-Emirat sebagai Aksi Kemanusiaan, Harap Respons Serupa Pihak Lawan
POROS PERLAWANAN – Pemerintah Yaman membebaskan 153 tahanan dari koalisi Saudi-Emirat dalam sebuah aksi kemanusiaan secara sepihak. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Komite Nasional Tahanan Yaman, Abdul Qadir Al-Murtadha, pada Sabtu 25 Januari.
Dalam pernyataannya, Al-Murtadha menegaskan pembebasan tahanan ini sebagai bagian dari upaya kemanusiaan yang telah dilakukan Yaman selama bertahun-tahun. “Kami mengajukan sejumlah proposal untuk pertukaran tahanan, tetapi pihak koalisi Saudi-Emirat terus menolak proposal tersebut,” ujarnya.
Pejabat Yaman itu menyoroti ketidakseimbangan dalam proses pertukaran tahanan. “Hari ini, kami membebaskan 153 tahanan secara sepihak. Namun, pihak lawan tidak mengambil langkah serupa untuk membebaskan tahanan kami,” kata Al-Murtadha.
Dia menambahkan, Yaman berharap koalisi Saudi-Emirat merespons dengan membebaskan warga Yaman yang masih ditahan.
Al-Murtadha lebih lanjut mengungkapkan bahwa Yaman berusaha mengaktifkan kembali proses penyelesaian kasus kemanusiaan. “Kami ingin memastikan isu kemanusiaan ini tetap menjadi prioritas. Kami berharap langkah kami hari ini mendorong pihak lawan membebaskan tahanan kami,” jelasnya.
Proposal Pertukaran Tahanan Terhambat
Menurut Al-Murtadha, proposal “semua tahanan untuk semua tahanan” sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami siap melaksanakan proposal tersebut, tetapi pihak lawan terus menghalangi pelaksanaannya,” ujarnya.
Dia juga mengkritik keras kompleksitas proses negosiasi. “Kami tidak hanya berhadapan dengan satu pihak, tetapi dengan beberapa pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Ini membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit,” tambahnya.
Komunikasi dengan Tahanan Dibatasi
Al-Murtadha mengungkapkan pihak koalisi Saudi-Emirat tidak mengizinkan Yaman berkomunikasi dengan tahanan mereka. “Kami bahkan tidak diizinkan memastikan kondisi tahanan kami,” katanya.
Dia menuduh Arab Saudi berusaha membatasi ruang lingkup negosiasi. “Arab Saudi ingin negosiasi hanya fokus pada pembebasan tahanan mereka, sementara mengabaikan tahanan dari negara lain,” tegasnya.
Pembebasan 10.000 Tahanan Sebelumnya
Al-Murtadha mengingatkan bahwa sebelumnya Yaman telah membebaskan lebih dari 10.000 tahanan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan. “Kami menunjukkan itikad baik, dan kami berharap pihak lawan merespons dengan langkah serupa,” pungkasnya.
Langkah Yaman ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, dengan harapan membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang lebih manusiawi di kawasan tersebut.
