Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Motif Rahasia di Balik Pembangunan Pangkalan Udara Misterius UEA-AS di Pulau-Pulau Strategis Yaman

POROS PERLAWANAN – Pembangunan yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat (AS) di pulau-pulau Yaman terus berlanjut, meskipun tujuan sebenarnya dari proyek-proyek ini masih belum jelas. Berbagai laporan mengindikasikan bahwa pembangunan ini mungkin terkait dengan kepentingan militer dan strategis di kawasan tersebut.

Pembangunan Bandara dan Pangkalan Militer di Pulau Abd al-Kuri

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews pasa Sabtu 25 Januari, pembangunan besar-besaran sedang dilakukan di Pulau Abd al-Kuri, yang terletak dekat Yaman. Sebuah landasan pacu sepanjang 3 kilometer sedang dibangun, dilengkapi dengan peralatan canggih yang memungkinkan pendaratan pesawat militer, transportasi, dan pengintaian. Gambar satelit dari perusahaan Planet Labs menunjukkan bahwa pembangunan ini dirancang untuk menampung operasi militer skala besar.

Selain landasan pacu, terminal bandara di bagian selatan pulau juga telah selesai dibangun dalam beberapa hari terakhir. Fasilitas ini diperkirakan akan segera digunakan untuk tujuan yang belum diungkapkan secara resmi.

Pulau Abd al-Kuri memiliki signifikansi strategis karena lokasinya yang dekat dengan Tanduk Afrika dan Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Pangkalan Militer dan Fasilitas Pendukung

Selain bandara, sebuah pangkalan militer juga telah dibangun di Pulau Abd al-Kuri. Pangkalan ini terletak di daerah Khisat Saleh, sekitar 4 mil di sebelah barat bandara. Di dalamnya, terdapat sepuluh kamp yang baru saja selesai dibangun, menimbulkan pertanyaan tentang tujuan sebenarnya dari fasilitas ini.

Di pantai Kelmiyah, di selatan pulau, sebuah dermaga baru juga telah selesai dibangun. Berbeda dengan dermaga di utara, dermaga ini dilengkapi dengan sistem pertahanan canggih untuk melindungi dari serangan drone oleh pasukan Yaman.

Di bagian barat pulau, di bukit tertinggi dengan ketinggian 100 meter, sebuah struktur sedang dibangun untuk mendukung operasi penerbangan. Fasilitas ini diperkirakan akan menjadi pusat operasi udara di Teluk Aden.

Keterlibatan UEA dan AS

Meskipun UEA menyangkal keterlibatannya dalam proyek-proyek ini, gambar satelit menunjukkan tulisan “Aku Cinta UEA” di area pembangunan bandara, mengindikasikan bahwa UEA adalah salah satu pihak utama yang terlibat.

Sementara itu, seorang pejabat Pentagon mengonfirmasi bahwa AS sedang memperkuat pertahanan rudalnya di Pulau Socotra untuk menghadapi ancaman dari kelompok Houthi. Namun, militer AS membantah keterlibatan dalam pembangunan bandara di Pulau Abd al-Kuri dan menyatakan tidak memiliki kehadiran militer di Yaman.

Laporan lain menyebutkan bahwa AS sedang mengintegrasikan Pulau Socotra ke dalam “Koalisi Pertahanan Udara Regional Bersama” yang dipimpin oleh UEA dan dioperasikan di bawah komando Pusat Komando AS (CENTCOM). Koalisi ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangkal ancaman udara seperti drone dan rudal balistik.

Tujuan Strategis di Balik Pembangunan

Pembangunan di Pulau Abd al-Kuri dan Socotra diduga terkait dengan upaya AS dan UEA untuk memperkuat pengaruh militer mereka di kawasan strategis ini. Pulau Socotra, yang secara resmi merupakan bagian dari Yaman, dianggap sebagai lokasi ideal untuk mendukung operasi militer di Teluk Aden dan Laut Merah.

Sejak Yaman memblokade kapal-kapal Israel yang melintasi Selat Bab al-Mandeb sebagai bentuk dukungan bagi perlawanan Palestina di Gaza, AS telah mencari cara untuk mengamankan kepentingannya di wilayah tersebut. Koalisi Pertahanan Udara Timur Tengah, yang melibatkan negara-negara seperti UEA, Israel, Arab Saudi, dan Qatar, diduga menjadi bagian dari strategi ini.

Pulau-Pulau Lain yang Menjadi Sasaran

Pulau Abd al-Kuri dan Socotra bukan satu-satunya pulau Yaman yang menjadi fokus pembangunan militer. Pada Mei 2021, laporan muncul tentang pembangunan bandara dan pangkalan militer di Pulau Mayun (atau Perim), yang terletak di Selat Bab al-Mandeb. UEA diduga menjadi pihak utama di balik proyek ini, menunjukkan ambisi jangka panjang mereka di Yaman.

Meskipun UEA mengeklaim telah menarik diri dari Yaman, keberadaan kelompok milisi yang didukung UEA di selatan Yaman serta aktivitas mereka di pulau-pulau seperti Perim, Socotra, dan Abd al-Kuri membuktikan bahwa pengaruh UEA masih kuat.

Pembangunan pangkalan militer dan bandara di pulau-pulau Yaman mencerminkan upaya AS dan UEA untuk memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan strategis ini. Meskipun tujuan resmi proyek-proyek ini belum diungkapkan, langkah-langkah ini kemungkinan besar terkait dengan upaya untuk mengamankan jalur pelayaran penting dan menghadapi ancaman dari kelompok Perlawanan Houthi serta pasukan Yaman.

Dengan semakin intensifnya pembangunan ini, Yaman dan kawasan Teluk Aden diprediksi akan menjadi titik panas geopolitik dalam waktu dekat.

Sumber: Farsnews Agency

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *