Loading

Ketik untuk mencari

Afrika

Kikis Warisan Penjajah, Aljazair Berencana Larang Penggunaan Bahasa Prancis di Koran-koran Resmi dan Kantor Pemerintahan

Kikis Warisan Penjajah, Aljazair Berencana Larang Penggunaan Bahasa Prancis di Koran-koran

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Sputnik, para legislator di Parlemen Aljazair berencana mengajukan RUU untuk melarang penggunaan bahasa Prancis di koran-koran resmi dan pembatasan publikasi teks UU dalam bahasa tersebut. Dengan demikian, seluruh kantor Pemerintahan dan swasta berkewajiban menggunakan bahasa Arab.

RUU ini didasari pasal dalam UUD Aljazair yang menegaskan bahwa bahasa Arab adalah bahasa nasional dan resmi negara tersebut.

Para legislator Aljazair menyatakan, tindakan ini dilakukan dalam bingkai “menjaga elemen-elemen permanen kebangsaan” dan “menghindari terkontaminasinya UU oleh warisan kebijakan imperialisme Prancis.”

RUU ini didukung oleh 39 legislator Aljazair yang dipimpin Zakaria Balkheir dari Partai Harakat Mujtama’ al-Silm. RUU tersebut mencakup 23 pasal yang mengusulkan sanksi pidana demi memastikan koran-koran Aljazair tidak lagi menggunakan bahasa Prancis.

Para pengamat menilai, tindakan Parlemen Aljazair menunjukkan sebuah transformasi budaya dan politik di negara tersebut, yang berbarengan dengan mengeruhnya hubungan Aljir dan Paris. Para pengamat Prancis menyatakan, kejadian ini adalah tanda berkurangnya pengaruh tradisional Paris di negara utara Afrika tersebut.

Pada Desember lalu, harian-harian Aljazair, termasuk El Moudjahid, memberitakan bahwa Kemenlu negara tersebut telah memanggil Dubes Prancis Stephane Romatet.

Harian berbahasa Prancis paling terkemuka di Aljazair itu melaporkan, pemanggilan Romatet adalah “peringatan serius” dari Aljazair, menyusul terungkapnya kabar keterlibatan Badan-badan Intelijen Prancis dalam merekrut para mantan teroris di Aljazair untuk mengacaukan negara tersebut.

Menurut El Moudjahid, di antara para teroris tersebut terselip nama Isa Muhammad Amin (35 tahun) asal Aljazair. Beberapa waktu sebelumnya, stasiun televisi internasional Pemerintah Aljazair telah menyiarkan pengakuan Amin terkait “konspirasi yang dirancang Intelijen Prancis.” Namun El Moudjahid tidak menyinggung nama-nama para teroris lain.

“Ultimatum Aljazair mengandung kalimat-kalimat paling keras dan menekankan pembalasan terhadap tindakan-tindakan Prancis,” tulis El Moudjahid.

Harian Le Sor d’Algerie memberitakan, Aljazair secara gamblang menjelaskan bahwa perekrutan teroris tersebut “berkaitan dengan Biro Keamanan Luar Negeri Prancis, yang merupakan cabang Badan Intelijen negara tersebut.”

Para petinggi Aljazair memperingatkan Romatet bahwa Aljir tidak akan membiarkan serangan terhadap kedaulatan Aljazair dan pasti akan membalasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *