Loading

Ketik untuk mencari

Iran Palestina

Menlu Iran Tegaskan ‘Solusi Satu Negara’ Jalan Keluar Tunggal Atasi Masalah Palestina

Menlu Iran Tegaskan ‘Solusi Satu Negara’ Jalan Keluar Tunggal Atasi Masalah Palestina

POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan Sky News pada Senin 27 Januari lalu, Menlu Iran, Abbas Araghchi menjawab berbagai pertanyaan tentang berbagai isu, termasuk isu Palestina.

Diberitakan Fars, Sky News menanyakan apa sikap Iran terhadap usulan Donald Trump untuk memindahkan orang-orang Palestina ke tempat lain.

“Kita mesti ingat bahwa pada akhirnya, Israel menyimpulkan harus berunding dengan Gaza. Israel pergi ke Gaza untuk menghancurkan Hamas. Namun pada akhirnya, Israel terpaksa berunding dengan Hamas untuk membebaskan para tawanannya,” kata Araghchi.

“Jadi, saya memberikan usulan lain. Alih-alih warga Palestina, seharusnya yang dipindahkan adalah orang-orang Israel. Bawa saja mereka ke Greenland supaya AS bisa mengenai dua sasaran dengan satu batu. Masalah Greenland teratasi, dan orang-orang Israel juga bisa tinggal di sana,”

Saat ditanya apakah Israel berhak hidup di tempat yang dianggap sebagai negerinya, Menlu Iran menjawab,”Siapa pun punya hak hidup. Namun tak seorang pun berhak menduduki negeri orang lain.”

“Negeri ini adalah milik orang-orang Palestina. Mereka sendiri yang harus menentukan keputusan tentang nasib dan negeri mereka. Kami tidak pernah mengatakan bahwa orang Israel atau Yahudi tidak berhak hidup. Tentu saja mereka punya hak hidup. Yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana kita memanajemen isu Palestina. Palestina adalah milik orang-orang Palestina.”

“Kami meyakini bahwa satu-satunya jalan adalah ‘Solusi Satu Negara.’ Pihak-pihak lain bicara tentang Solusi Dua Negara. Namun kami percaya bahwa jalan keluar terdapat dalam keberadaan sebuah Pemerintahan dan satu negara.”

“Kita membutuhkan sebuah negara yang di situ seluruh penduduk asli negeri tersebut, baik itu Muslim, Kristen, atau Yahudi, hidup berdampingan dan berpartisipasi dalam sebuah referendum demi masa depan. Ini bukan hal yang aneh.”

“Kita telah memiliki pengalaman serupa belum lama ini dalam sejarah baru. Yaitu ketika rezim apartheid di Afsel berubah menjadi rezim demokratis baru. Jadi, solusi kami untuk isu Palestina adalah kita bergerak menuju sebuah solusi demokratis,” tegas Araghchi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *