Irak Tangkap para Pembunuh Syahid Ayatullah Bagir Sadr
POROS PERLAWANAN – PM Irak Muhammad al-Sudani pada Jumat 31 Januari mengumumkan, aparat keamanan negaranya sukses menangkap para pelaku pembunuhan Syahid Ayatullah Muhammad Baqir Sadr dan saudarinya.
“Pasukan Keamanan Nasional Irak melalui upaya-upaya di jalur yang benar berhasil menegakkan undang-undang. Mereka menunjukkan bahwa tak seorang pun bisa lolos dari jeratan hukum,” kata al-Sudani, Fars melaporkan.
“Dengan ditegakkannya keadilan dalam menangkap para petinggi persekutor Rezim Baaath Saddam, para pembunuh Syahid Ayatullah Udhma Sayyid Muhammad Baqir Sadr dan saudarinya, juga sejumlah syuhada lain dari marga al-Hakim dan ribuan warga Irak, telah ditangkap.”
PM Irak menegaskan pengejaran atas para penjahat dan menyatakan,”Upaya-upaya tulus dalam skala ini untuk memburu seluruh pelaku kejahatan terhadap rakyat Irak masih berlanjut. Ini adalah janji kami kepada rakyat Irak serta seluruh syuhada dan kaum tertindas.”
Syahid Sadr adalah seorang faqih berilmu luas, filsuf, pemikir yang memahami budaya dan ilmu modern, penulis, politisi, dan salah satu cendekiawan terbesar Muslim di abad 14 Hijriah.
Beliau menuntut ilmu di Kadhimain dan Najaf. Selain mempelajari fikih dan Ushul Fikih, beliau juga mempelajari ilmu hadis, Rijal, Dirayah, Kalam, dan tafsir. Beliau sudah mengajar sejak masih berusia 20 tahun.
Selain berstatus sebagai marja’, Syahid Sadr juga aktif dalam kegiatan politik. Di antara aktivitasnya adalah menghadapi kelompok komunis, melawan Partai Baath Irak, mendirikan Partai Dakwah Islam, membentuk Asosiasi Ulama, mendorong rakyat Irak untuk bangkit, serta mendukung Revolusi Islam Iran dan Imam Khomeini.
Beliau ditangkap di kota Najaf pada tanggal 5 April 1980 dan dibawa ke Baghdad. Di Baghdad, beliau dipaksa untuk menulis sejumlah kalimat yang mendiskreditkan Revolusi Islam Iran dan Imam Khomeini agar selamat dari kematian. Namun beliau menolaknya dengan tegas.
Akhirnya, setelah disiksa dengan keji selama 3 hari, beliau syahid pada tanggal 8 April 1980. Beliau dimakamkan di permakaman marga Sharafudin di Najaf di bawah pengawasan ketat aparat keamanan Saddam.
