Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

TV Israel Ungkap Perundingan Rahasia Normalisasi Tel Aviv-Riyadh

Televisi Israel Ungkap Perundingan Rahasia Normalisasi Tel Aviv-Riyadh

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Kantor Berita Samaa, televisi Israel, KAN dalam laporannya menyatakan, Tel Aviv memperkirakan bahwa akan ada kemajuan dalam perundingan normalisasi hubungan dengan Riyadh pada pekan ini.

Menurut laporan KAN, perundingan ini akan berbarengan dengan lawatan PM Benyamin Netanyahu ke AS.

“Saat ini, perundingan di balik tirai tengah dilakukan untuk membentuk tim negosiator. Ada kemungkinan hasilnya akan segera diumumkan,” lapor jurnalis KAN.

Bersamaan dengan terbetiknya kabar ini, Ketua Partai Shas, Arye Deri dalam pertemuannya dengan Menlu UEA, Abdullah bin Zayed membahas isu hubungan dengan Saudi.

Analis Israel, Anna Barsky dalam artikelnya di Maariv menyatakan,”Netanyahu dalam kunjungannya ke AS akan membahas masalah normalisasi hubungan Israel-Saudi dengan Donald Trump.”

Normalisasi hubungan dengan Saudi, yang disebut Barsky sebagai “hadiah besar,” sudah sangat dekat diwujudkan di masa lampau.

“Bukan sebuah kebetulan bahwa Utusan AS yang dekat dengan Trump, Steve Witkoff tidak memulai lawatan regionalnya ke Yerusalem, tapi dari Riyadh. Para pejabat senior Israel menyatakan, kesepakatan normalisasi bisa dikatakan sudah hampir bisa dipastikan, kalau tidak bisa dikatakan sudah matang sepenuhnya.”

“Dalam pandangan Saudi, apa yang masih tersisa untuk meraih hasil final adalah mengakhiri perang di Gaza. Bisakah proses normalisasi dimulai sebelum tercapainya kemenangan penuh dalam tujuan-tujuan perang?”

“Ini adalah pertanyaan yang jawabannya akan dicari Netanyahu saat bertemu Trump.”

Sebelum ini, seorang diplomat Barat, yang enggan namanya disebut, mengatakan kepada Arabi21, adanya celah-celah dalam perundingan normalisasi Saudi-Israel bukan sebuah pernyataan akurat.

“Sebagian berita di media-media Israel dipublikasikan dengan tujuan-tujuan politis,” kata diplomat tersebut.

“Saudi masih menegaskan syaratnya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, yaitu terbentuknya negara merdeka Palestina.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *