Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Israel Akui Kegagalan dalam Pembunuhan Seorang Komandan Senior Hamas

POROS PERLAWANAN – Juru bicara militer Israel pada Sabtu (01/02) mengakui bahwa operasi pembunuhan terhadap seorang komandan Hamas tidak berjalan sesuai rencana.

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews, juru bicara militer Israel menyatakan bahwa informasi intelijen yang menyebut keberhasilan pembunuhan Haitham Al-Hawajri, komandan Batalyon Pantai dalam Gerakan Hamas, ternyata tidak akurat.

Latar Belakang dan Konteks

Pengakuan ini muncul setelah berbagai laporan dari pihak Israel mengklaim bahwa Al-Hawajri terlibat dalam operasi penyerahan Samuel Siegel, seorang tawanan Israel, yang berlangsung hari ini di Pelabuhan Gaza.

Sebelumnya, pada 3 Desember 2023, militer Israel mengklaim telah membunuh Al-Hawajri dalam serangan udara. Namun, pengakuan terbaru menunjukkan bahwa target tersebut kemungkinan masih hidup. Militer Israel juga menuduh Al-Hawajri berperan dalam mengamankan aktivitas Hamas di dalam Rumah Sakit Al-Shifa serta memimpin pertempuran melawan pasukan Israel.

Kasus Serupa: Hussein Fayyad

Ini bukan pertama kalinya Israel salah mengidentifikasi target dalam operasinya. Sebelumnya, mereka juga mengklaim telah membunuh Hussein Fayyad (Abu Hamza Fayyad), komandan Batalyon Beit Hanoun dalam Brigade Al-Qassam. Namun, setelah pengumuman tersebut, Fayyad justru terlihat memberikan penghiburan kepada keluarga para syuhada.

Menanggapi kejadian ini, jurnalis Israel Or Bialkov menyampaikan kritik tajam. “Sungguh memalukan! Hussein Fayyad, yang menurut juru bicara militer Israel telah tewas dalam pertempuran di Beit Hanoun pada Mei 2024, ternyata masih hidup dan terlihat di jalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun pasukan khusus Israel, termasuk Divisi 98 dan unit Yahalom, telah melakukan upaya pembunuhan di sebuah terowongan, tampaknya mereka telah salah menargetkan individu lain.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *