PFLP: Gaza Bukan untuk Dijual, Rakyatnya Akan Terus Melawan Pengusiran Paksa
POROS PERLAWANAN – Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) menegaskan bahwa warga Gaza tidak akan meninggalkan wilayah mereka kecuali untuk kembali ke kota dan desa yang diduduki Israel sejak 1948. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu 5 Februari sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berniat melakukan pengusiran paksa terhadap rakyat Palestina dari Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resminya, PFLP menyatakan bahwa Gaza bukan untuk dijual, dan rakyatnya akan terus bertahan serta melawan setiap upaya pengusiran paksa yang merupakan bagian dari proyek kolonialisme. “Kami mengutuk pernyataan berbahaya Presiden AS, Donald Trump, yang mendukung pengusiran paksa rakyat kami dari Jalur Gaza. Pernyataan ini adalah deklarasi perang terhadap rakyat Palestina,” tegas PFLP, seperti dilansir Farsnews Agency.
Kelompok ini juga menegaskan bahwa rakyat Gaza akan tetap bertahan dan melawan segala bentuk rencana kolonial yang bertujuan mengubah peta demografi Palestina.
Kecaman terhadap Trump dan Netanyahu
Di sisi lain, Komite Perlawanan Palestina mengecam langkah Trump yang menerima Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, yang mereka sebut sebagai “penjahat perang”. Menurut Komite tersebut, tindakan Trump merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan agresif Israel, termasuk genosida, pembersihan etnis, dan kejahatan perang yang terus berlangsung dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Komite Perlawanan Palestina menyerukan kepada seluruh negara Islam untuk segera bersatu dan mengambil langkah konkret dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh kebijakan AS terhadap Palestina dan kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Komite tersebut menekankan bahwa retorika Trump tentang pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat sejalan dengan proyek Zionis yang bertujuan untuk menghapus keberadaan rakyat Palestina dari Tanah Air mereka.
