Menlu Israel: Al-Jolani Sengaja Bersikap ‘Sopan’ Demi Peroleh Legalitas Internasional
POROS PERLAWANAN – Menlu Israel, Gideon Sa’ar menyatakan, Pemerintahan Transisi Suriah terdiri dari para jihadis yang memoderasi sikap mereka demi mendapatkan legalitas internasional.
“Pemerintahan baru di Damaskus dibentuk dari para jihadis dan Islamis radikal. Mereka sekarang berbicara dengan sopan, sebab mereka fokus kepada ekonomi, pengelolaan negara, dan mendapatkan legalitas internasional,” kata Sa’ar dalam jumpa pers gabungan dengan PM Moldova, Maia Sandu.
Sa’ar menegaskan bahwa kekhawatiran utama Israel adalah keamanannya. Ia menambahkan, fokus utama Israel masih tertuju kepada Iran.
Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aksi-aksi Turki di Kawasan. “Jelas bahwa saat ini, Turki yang memiliki paling banyak pengaruh atas Damaskus,” ujar Sa’ar.
Dia berpendapat, Turki sekarang ini adalah negara yang paling berkuasa di Suriah dan berharap menjadi Pemimpin Islam Sunni di Kawasan.
Setelah berkuasanya al-Jolani di Suriah, Rezim Zionis bebas berkeliaran dan berbuat sesuka hatinya di negara tersebut.
Beberapa waktu lalu, salah seorang tokoh terkemuka di Provinsi Quneitera, Omar Aqleh menyatakan, setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad, semua orang tahu bahwa kontrol 95 persen provinsi di selatan Suriah tersebut jatuh ke tangan Rezim Zionis.
“Untuk pertama kalinya, kami menyaksikan patroli serdadu Zionis di dalam kota al-Baath di Provinsi Quneitera,” kata Aqleh.
“Misi para serdadu ini adalah menghimpun informasi keamanan dan spionase. Mereka berpatroli di hadapan mata anasir Rezim Jolani, namun tak terjadi konfrontasi sedikit pun antara mereka.”
“Dalam beberapa hari mendatang, kita akan menyaksikan lebih banyak patroli yang dilakukan para serdadu Zionis di berbagai kawasan lain,” tandasnya.
