Menteri Zionis: Israel Harus Duduki Gaza dan Usir Penduduknya
POROS PERLAWANAN – Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich mengulangi pernyataan gila Presiden AS, Donald Trump mengenai penduduk Gaza dan menegaskan bahwa Israel harus sepenuhnya menduduki wilayah tersebut.
Dukungan terhadap Pernyataan Trump dan Netanyahu
Menurut laporan Fars News Agency, Smotrich pada Selasa malam 11 Februari merilis pernyataan yang menegaskan kembali klaim Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, terkait kesepakatan gencatan senjata.
Dalam unggahannya di media sosial X, Smotrich menyatakan bahwa sejak awal ia menentang negosiasi dengan Hamas. “Kita telah menandatangani kesepakatan yang buruk, sementara Hamas justru mengejek kita dan menyatakan tidak akan membebaskan sandera pada hari Sabtu”, tulisnya.
Sebagai salah satu tokoh yang menentang perjanjian pertukaran tahanan dan gencatan senjata di Gaza, Smotrich menuduh Hamas tidak hanya mengancam Israel, tetapi juga mempermainkan keluarga para sandera. “Hamas akan memecah-belah Israel dari dalam, sama seperti mereka mempermainkan masyarakat Israel,” tudingnya.
Tekanan terhadap Netanyahu dan Trump
Smotrich juga mendesak Netanyahu agar meminta Donald Trump mengambil tindakan lebih keras terhadap Hamas. “Saya meminta Anda menyampaikan kepada Presiden Trump bahwa Hamas harus diberi ultimatum: bebaskan semua sandera pada hari Sabtu, atau mereka akan menghadapi konsekuensi besar,” tegasnya.
Menurut Smotrich, konsekuensi tersebut mencakup penghentian total pasokan air, listrik, bahan bakar, serta bantuan kemanusiaan ke Gaza. “Sebagai gantinya, mereka akan berhadapan dengan serangan udara, artileri, tank, dan pasukan kita,” lanjutnya.
Upaya Israel Menghalangi Bantuan ke Gaza
Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, Israel tetap membatasi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk peralatan konstruksi dan tempat tinggal, dengan berbagai alasan yang dianggap tidak berdasar oleh komunitas internasional.
Smotrich juga kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana Donald Trump untuk mengusir seluruh penduduk Gaza. “Kita harus mengambil alih seluruh wilayah Gaza, mengusir penduduknya, dan memberlakukan kedaulatan kita di sana. Ini adalah harga yang harus dibayar oleh musuh kita,” ujarnya.
Kontroversi Strategi Israel terhadap Sandera
Di akhir pernyataannya, Smotrich menegaskan bahwa pendudukan penuh Gaza adalah satu-satunya cara untuk memastikan keselamatan sandera Israel dan memulangkan mereka ke rumah masing-masing.
Namun, laporan independen menunjukkan bahwa selama periode penyanderaan, Israel berulang kali mengebom lokasi tempat para tahanan Israel ditahan, menyebabkan kematian banyak dari mereka.
Beberapa analis bahkan menuduh Netanyahu sengaja menargetkan lokasi tahanan Israel dengan tujuan memperpanjang konflik. Diduga, Netanyahu ingin menutup kasus penyanderaan dengan menghilangkan para sandera sendiri, agar perang dapat terus berlanjut sesuai dengan kepentingannya.
