Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Statemen Utusan AS ‘Kekurangajaran Luar Biasa’

Hizbullah: Statemen Utusan AS ‘Kekurangajaran Luar Biasa’

POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati merespons keras pernyataan Utusan AS, Morgan Ortagus saat bertemu Presiden Lebanon.

“AS dengan Pemerintahan Donald Trump sedang mempraktikkan sebuah kediktatoran baru untuk mengatur dunia. Namun negara ini tidak akan sanggup memaksakan proyeknya di Kawasan atau menghalangi partisipasi Hizbullah di Pemerintahan,” kata Qamati kepada al-Mayadeen, Fars melaporkan.

“Utusan AS (Ortagus) tengah memamerkan ‘otot-otot yang lembek.’ Statemennya adalah kekurangajaran luar biasa. Dalam hal ini, sikap Kantor Kepresidenan (Lebanon) patut diapresiasi. Terlebih sikap ini diambil di hadapan negara yang menganggap dirinya sebagai penguasa dunia.”

Qamati menegaskan, pihak asing tidak boleh dibiarkan mengintervensi urusan dalam negeri Lebanon. “Pernyataan Utusan AS adalah ancaman nyata terhadap sekelompok besar warga Lebanon.”

“Jika AS, yang disusul Israel, berniat untuk memperpanjang gencatan senjata, Otoritas Lebanon tidak boleh mendukung perpanjangan kesepakatan ini.”

“Sikap nasional mengharuskan penentangan terhadap segala bentuk perpanjangan kesepakatan gencatan senjata, sebab ini sama saja dengan memperpanjang agresi.”

Sebelum ini, setelah bertemu dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, Ortagus dalam sebuah konferensi pers mengeklaim bahwa “Israel telah mengalahkan Hizbullah dalam perang.”

Dalam sebuah pernyataan yang jelas menunjukkan intervensi dalam masalah Lebanon, Ortagus mengatakan,”Hizbullah tidak boleh diberi peluang untuk hadir di Pemerintahan Lebanon mendatang.”

Sehubungan dengan ini, Kantor Kepresidenan Lebanon dalam statemennya menyatakan, statemen Ortagus hanya menjelaskan sikapnya sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Presiden Aoun.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *