Israel Khawatir Kesepakatan Gencatan Senjata Bubar di Bulan Ramadan
POROS PERLAWANAN – Badan Radio-Televisi Israel melaporkan, tidak dimulainya perundingan tahap kedua gencatan senjata sama saja dengan pelanggaran kesepakatan tersebut.
Dilansir Fars, Badan Radio-Televisi Israel menyatakan, perundingan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata Tel Aviv-Hamas belum dimulai. Diskusi internal di Israel, begitu pula dialog antara Hamas dan pihak mediator masih berlangsung.
Badan ini mengumumkan, lantaran perundingan tahap kedua kesepakatan pertukaran tawanan pada hari ke-16 sejak tahap awal belum dimulai, pelanggaran kesepakatan gencatan senjata telah terjadi. Tidak dimulainya perundingan tahap kedua dinilai akan berdampak pada proses pertukaran tawanan di tahap awal.
Dimulainya perundingan tahap kedua bergantung kepada rapat Dewan Kementerian. Rapat ini diperkirakan akan diadakan 2 hari mendatang.
Menurut laporan harian Maariv, Rezim Zionis memikirkan untuk membuat sebuah tahap transisi di antara tahap awal dan kedua.
Maariv menyatakan, tahap transisi ini tidak mencakup pengumuman penghentian perang. Namun tahap-tahap pembebasan para tawanan akan berlanjut.
Harian ini melaporkan, perangkat keamanan Israel khawatir bahwa perundingan akan bubar pada bulan Ramadan.
Sekaitan dengan ini, harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa PM Benyamin Netanyahu berniat mengajukan tuntutan-tuntutan Israel terkait tahap kedua dalam rapat Kabinet pada Selasa 11 Februari besok.
Harian Ibrani ini menyatakan, berbagai pihak di dalam Israel memprediksi, Hamas tidak bakal menerima tuntutan-tuntutan Tel Aviv terkait tahap kedua.
Tuntutan-tuntutan tersebut meliputi pengasingan pimpinan Hamas dari Gaza, pembubaran sayap militer Hamas, perlucutan senjatanya, dan pembebasan seluruh tawanan Israel.
Lantaran ada spekulasi bahwa Hamas akan menolak tuntutan-tuntutan tersebut, Israel berusaha sebisanya untuk memperpanjang tahap awal. Tujuan upaya tersebut adalah membebaskan lebih banyak tawanan Israel dan memperpanjang gencatan senjata.
