Kedubes Iran Ultimatum Telegraph: Berhenti Tebar Dusta!
POROS PERLAWANAN – Kedubes Iran di London dalam statemennya membantah keras klaim tak berdasar harian Telegraph terkait program nuklir Iran. Kedubes Iran menegaskan, program nuklir Tehran bersifat damai sepenuhnya dan bahwa senjata nuklir tidak memiliki tempat di doktrin pertahanan Iran.
Diberitakan Fars, Kedubes Iran di Inggris merilis statemen ini dalam rangka menanggapi laporan Telegraph. Harian Inggris itu mengeklaim, sejumlah pejabat militer Iran memberi masukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei bahwa negara membutuhkan senjata nuklir.
Kedubes Iran menyebut laporan Telegraph “lebih dari menggelikan.” Klaim harian Inggris tersebut dipandang sebagai bagian dari sebuah kampanye disinformasi terhadap Negeri Mullah.
“Harian Telegraph telah menjadikan dirinya sebagai instrumen untuk sebuah kampanye disinformasi destruktif terhadap Iran. Kami membantah seluruh klaim dan tudingan terkait program nuklir Iran yang dipublikasikan harian ini pada bulan lalu. Termasuk laporan yang dipublikasikan kemarin dan benar-benar ‘lebih dari menggelikan’”, demikian disebutkan dalam statemen tersebut, yang juga dipublikasikan di medsos X.
Kedubes Iran menegaskan bahwa program nuklir Tehran bersifat damai sepenuhnya, lalu menambahkan,”Program ini adalah bagian dari proyek nasional Iran untuk pengembangan ilmiah, teknologi, dan industri. Tak ada kaitannya sama sekali dengan senjata pembunuh massal.”
“Senjata pembunuh massal, terutama senjata nuklir, tidak memiliki satu pun tempat dalam doktrin pertahanan Iran. Senjata ini dilarang berdasarkan keyakinan agama dan norma-norma kebangsaan kami.”
“Diharapkan agar Anda berhenti menyebarkan dusta dan menyimpangkan opini publik dari ancaman sejati dan nyata terhadap perdamaian dunia, yaitu gudang senjata nuklir, aksi militer, dan perilaku melanggar hukum oleh Israel,” tegas Kedubes Iran ditujukan kepada Telegraph.
Dalam beberapa pekan terakhir, Telegraph memuat laporan berseri terkait program nuklir Iran. Dalam laporan-laporan tersebut, Telegraph berupaya mengesankan program nuklir Iran sebagai “sebuah ancaman.”
Pada hari Sabtu lalu, Telegram mengeklaim bahwa dalam pertemuan dengan Ayatullah Khamenei, sejumlah petinggi militer Iran menyarankan agar “Tehran harus memiliki senjata nuklir.”
