Ketua Parlemen Lebanon: Palestina Bukan Sebuah Isu Properti
POROS PERLAWANAN – Dalam pertemuan dengan para kandidat anggota Kabinet Lebanon di Istana Kepresidenan, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri menanggapi statemen kontroversial Presiden AS, Donald Trump soal pembelian Gaza.
“Palestina bukan sebuah isu properti; pendekatan yang coba dilakukan oleh Trump,” kata Berri, Fars melaporkan.
“Pembelaan terhadap Palestina dan hak-hak bangsa negara itu bukan hanya pembelaan untuk sebuah kawasan geografis atau bangsa tertentu. Bahkan pada dasarnya itu adalah pembelaan terhadap keamanan nasional Arab, yang dimulai dari Palestina dan dengan melintasi perbatasan selatan Lebanon, bukan hanya berakhir di Saudi, tapi memanjang hingga Yordania, Suriah, dan Mesir.”
Di bagian lain pembicaraannya, Berri juga menyoroti permintaan absurd PM Israel, Benyamin Netanyahu. Menurut Berri, permintaan Netanyahu agar negara Palestina dibentuk di tanah Saudi adalah agresi tersembunyi dan gamblang terhadap kedaulatan Saudi. Permintaan ini juga menunjukkan hakikat kebijakan agresif dan lintas batas Tel Aviv terhadap negara-negara merdeka.
Baru-baru ini Trump kembali mengulang rencana kontroversialnya terkait Gaza. Ia menegaskan bahwa dirinya “berkomitmen untuk membeli dan memiliki Gaza.”
Trump juga berkata bahwa mungkin ia akan “menyerahkan sebagian dari Gaza kepada negara-negara lain di Timur Tengah untuk direkonstruksi.”
Stasiun televisi al-Jazeera memberitakan, Trump kembali mengeklaim bahwa dirinya akan menjadikan Gaza “sebagai tempat ideal untuk pembangunan masa depan.”
“Gaza adalah sebuah tempat khusus properti dan real estate yang tidak bisa kita lepaskan begitu saja,” ujar Trump.
“Saya akan melindungi orang-orang Palestina. Saya akan memastikan bahwa mreka tidak akan terbunuh.”
