Tak Gentar Digertak Trump, Hamas Tegaskan ‘Takkan Bebaskan Seluruh Tawanan Israel pada Sabtu Nanti’
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan al-Jazeera, seorang petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri menyatakan, statemen-statemen Donald Trump hanya menciptakan eskalasi, yang akhirnya membuat Rezim Zionis tidak berkomitmen dengan janji-janjinya dalam kesepakatan gencatan senjata.
“Pernyataan Menteri Perang Israel untuk memulai perang kembali adalah statemen bodoh dan tidak penting. Selain itu, ancaman-ancaman Trump juga tak ada nilainya dan tidak membuat kami gentar,” kata Abu Zuhri, diberitakan al-Alam.
“Mesir dan Qatar telah mengerahkan banyak upaya demi keberhasilan kesepakatan. Dari sisi lain, mereka telah berusaha menekan Israel untuk melaksanakan janji-janjinya. Kami mengapresiasi sikap resmi Arab yang menentang proyek pengusiran orang-orang Palestina.”
“Pengelolaan Gaza adalah masalah yang berkaitan sepenuhnya dengan Palestina. Kami tidak akan pernah menerima proyek asing terkait masalah ini.”
Abu Zuhri menegaskan, Hamas masih berkomitmen untuk menjalankan kesepakatan dan tidak akan membebaskan seluruh tawanan Israel pada Sabtu 15 Februari mendatang.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan “membukakan pintu-pintu neraka untuk Gaza” jika Hamas tidak membebaskan seluruh tawanan Israel. Ancaman ini diumbar Trump menyusul keputusan Hamas menunda penyerahan tawanan Israel. Penundaan ini disebabkan pelanggaran-pelanggaran Rezim Zionis terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Pada Senin lalu, Jubir Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah mengumumkan, pertukaran tawanan dengan Rezim Zionis yang rencananya akan diadakan pada Sabtu 15 Februari mendatang bakal ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya.
Israel mengingkari butir-butir kesepakatan gencatan senjata, terutama yang berkaitan dengan protokol kemanusiaan seperti pengiriman bantuan dan bahan bakar.
Selain itu, Militer Israel juga melanggar kesepakatan dengan berkali-kali menembaki warga Palestina di Gaza. Militer Rezim Zionis juga menargetkan warga dari udara, sehingga menyebabkan sejumlah warga syahid atau terluka.
Kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Perlawanan Palestina dan Israel diberlakukan sejak 19 Januari. Kesepakatan ini mencakup 3 tahap, yang masing-masing berlangsung selama 42 hari.
