Surat Demokrat kepada Trump: Pendudukan Gaza adalah Ilegal dan Tak Bermoral
POROS PERLAWANAN – Sebanyak 143 anggota dari 215 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Presiden Donald Trump, meminta agar ia tidak melaksanakan rencana pendudukan Gaza serta pengusiran penduduknya.
Menurut Tasnim News Agency International Group pada Jumat 14 Februari, mayoritas anggota Demokrat di DPR AS mendesak Trump untuk membatalkan usulannya agar Amerika Serikat “menduduki” Gaza. Mereka menegaskan bahwa rencana tersebut tidak hanya ilegal, tetapi juga tidak bermoral.
Dalam surat yang ditandatangani oleh 143 anggota parlemen Demokrat, mereka memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melanggar Konvensi Jenewa, membahayakan nyawa pasukan Amerika, serta merusak reputasi global negara itu.
“Pernyataan Anda juga dapat membahayakan peluang Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan mitra Arabnya, yang telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perdamaian regional yang komprehensif berdasarkan rekonstruksi Gaza dan jalan menuju solusi dua negara”, tulis para anggota parlemen dalam surat tersebut.
Desakan untuk Solusi Diplomatik
Para perwakilan Demokrat meminta Trump untuk bekerja sama dengan Israel dan mitra internasional AS dalam mempertahankan gencatan senjata serta mengamankan pembebasan para sandera. Mereka menekankan bahwa upaya global diperlukan untuk membangun kembali Gaza dan meningkatkan kondisi kehidupan penduduknya.
“Daripada menempuh jalan ilegal dan tidak bermoral yang telah Anda usulkan, kami mendesak Anda untuk bekerja sama dengan Israel, serta mitra regional dan global, untuk mempertahankan perjanjian gencatan senjata dan membebaskan semua sandera”, tulis mereka. “Kita dapat bersama-sama mengembangkan rencana yang realistis, dengan dukungan dan pendanaan internasional, yang akan menjadikan Gaza tempat yang layak huni bagi penduduknya secepat mungkin”.
Kritik terhadap Rencana Trump
Banyak analis di Amerika Serikat sebelumnya menilai bahwa rencana Trump terkait Gaza sangat bertentangan dengan kepentingan nasional AS dan justru merusak reputasi internasional negara tersebut.
Dua hari lalu, penulis Yahudi-Amerika terkemuka, Thomas Friedman menyebut rencana Trump untuk mendominasi Gaza sebagai langkah yang “berbahaya” dan “bodoh”. Friedman menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya merugikan warga Palestina, tetapi juga membahayakan kepentingan Amerika sendiri.
