Ali al-Houthi: Akan Kami Tunjukkan Kekuatan yang Belum Pernah Dirasakan Amerika
POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, pada Jumat 14 Februari menanggapi pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Palestina. Ia menegaskan bahwa Yaman siap mengikuti arahan pemimpinnya dan akan menunjukkan kekuatan kepada Amerika Serikat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Berbicara dalam sebuah pawai di Provinsi Sa’dah, Yaman, al-Houthi mengkritik kebijakan militer Amerika Serikat yang mendukung Israel. “Kami ingin menyampaikan kepada Trump bahwa kekuatan militer dan dukungan kalian terhadap penjajah tidak akan membuat rakyat Palestina meninggalkan tanah mereka,” tegasnya, seperti dilaporkan Sabanews.
Penolakan terhadap Pemindahan Paksa Warga Palestina
Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Amerika Serikat telah berulang kali menyerukan pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania. Rencana ini mendapat kecaman keras dari negara-negara Arab.
Menanggapi hal tersebut, al-Houthi menegaskan bahwa Yaman tetap berada di pihak rakyat Palestina. “Amerika akan menyaksikan kekuatan Yaman dengan cara yang belum pernah mereka alami sebelumnya,” ujarnya.
Penarikan Kapal Induk AS dari Laut Merah
Pejabat Yaman ini juga menyinggung penarikan kapal induk Amerika Serikat dari Laut Merah sebagai indikasi ketegangan di kawasan tersebut. “Insiden kapal induk Truman mencerminkan kekhawatiran dan ketidakstabilan yang dihadapi Angkatan Laut Amerika setelah pertempuran dengan Angkatan Bersenjata Yaman,” katanya.
Pekan lalu, Angkatan Laut Amerika Serikat mengumumkan bahwa kapal induk Harry S. Truman telah meninggalkan Laut Merah menuju Yunani setelah dua bulan menghadapi serangan dari pasukan Yaman.
Al-Houthi juga mengungkapkan bahwa persenjataan militer Yaman telah kembali beroperasi dan siap digunakan jika mendapat perintah dari kepemimpinan negara.
Kritik terhadap Negara-Negara Arab
Dalam pidatonya, al-Houthi juga menyoroti sikap beberapa negara Arab yang dianggapnya tidak mengambil tindakan tegas terhadap agresi Israel di Palestina.
“Kepada Arab Saudi, Mesir, dan Yordania, kami menyerukan bahwa keamanan dunia Arab saat ini memerlukan tindakan nyata untuk menentang pemindahan paksa rakyat Palestina. Senjata harus diarahkan kepada musuh sejati umat Islam,” tegasnya.
Ia juga meminta negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, untuk menghentikan agresi militer terhadap Yaman serta mengakhiri konflik-konflik bersenjata di Sudan dan negara lain.
Di akhir pidatonya, al-Houthi menyerukan persatuan dunia Arab dalam menghadapi Israel. “Kami meminta Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya untuk mengubah sikap mereka terhadap Hamas, sehingga kita semua dapat bersatu melawan musuh utama, yaitu Israel,” pungkasnya.
