Beda dengan Sebelumnya, Hamas Bebaskan Seorang Tawanan Serdadu Israel Tanpa Prosesi, Apa Pasal?
POROS PERLAWANAN – Brigade al-Qassam mengumumkan penyerahan tawanan serdadu Israel, Hisham al-Sayed tanpa prosesi apa pun kepada Palang Merah Internasional.
Dilansir al-Alam, al-Sayed adalah seorang warga Palestina yang tinggal di Tanah Pendudukan 1948. Dia adalah bagian dari Militer Rezim Zionis.
Dalam wawancara dengan al-Jazeera, sejumlah sumber di al-Qassam menyatakan, al-Sayed diserahkan kepada Palang Merah dari Gaza tanpa upacara apa pun. Tujuannya adalah menghormati warga Palestina yang tinggal di kawasan-kawasan yang diduduki Israel.
Sumber-sumber al-Qassam menegaskan, seluruh rakyat Palestina mengecam tindakan tidak etis Israel yang merekrut warga Palestina di Tanah Pendudukan untuk bergabung dengan Militer Rezim Zionis.
Menurut mereka, Militer Israel membiarkan al-Sayed selama 10 tahun dan tidak menanyakan kabar tentangnya. Penyebabnya adalah karena dia seorang Palestina, meski bekerja sebagai serdadu Militer Zionis.
Pesan di Balik Pemilihan Rafah sebagai Lokasi Penyerahan Tawanan Israel
Perlawanan Palestina memilih Rafah sebagai tempat prosesi penyerahan tawanan dalam putaran ke-7 tahap pertama pertukaran tawanan. Dipilihnya Rafah serta kehadiran sejumlah besar pejuang dan warga Gaza dalam prosesi tersebut mengandung pesan-pesan untuk Rezim Zionis.
Militer Israel masih berada di Rafah yang terletak di selatan Gaza. Dipilihnya kawasan itu oleh Perlawanan mengirim pesan bahwa para tawanan diserahkan di Rafah kendati Israel terus melancarkan serangan dan operasi khusus selama 6 bulan di kawasan itu.
Tindakan ini menunjukkan kekuatan, keteguhan, dan ketegaran Perlawanan. Seluruh dunia menyaksikan momen besar dari kehadiran para pejuang dan warga Gaza dalam prosesi tersebut.
Dalam putaran-putaran pertukaran tawanan sebelum ini, Perlawanan Palestina sukses mengatur prosesi penyerahan tawanan Israel sedemikian rupa, sehingga mampu meraih kemenangan di level propaganda dan psy war di hadapan Rezim Zionis.
Di antara langkah psy war Perlawanan Palestina dalam prosesi penyerahan tawanan adalah memamerkan senjata dan kendaraan yang direbut dari Israel dalam Operasi 7 Oktober, yang kembali mengingatkan Rezim Zionis akan hari pahit tersebut. Sejumlah komandan Perlawanan juga hadir dalam prosesi, yang menegaskan kebohongan klaim Militer Israel bahwa para komandan tersebut telah “dihabisi.”
