Hamas Tolak Syarat Sepihak Israel Soal Penyerahan Jenazah Tahanan
POROS PERLAWANAN — Negosiasi antara mediator dan Israel terkait pembebasan tahanan Palestina terus berlanjut di tengah ketegangan baru. Hamas menolak syarat Israel yang menghendaki penyerahan jenazah empat tahanan tanpa upacara, dan bersikeras bahwa pembebasan kelompok tahanan Palestina harus terjadi terlebih dahulu.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada Senin 24 Februari, seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa pihaknya tetap teguh pada tuntutan agar Israel membebaskan sejumlah tahanan Palestina sebelum proses penyerahan jenazah dilaksanakan.
“Kami tidak akan tunduk pada syarat sepihak yang diajukan Israel,” tegas pejabat tersebut dalam wawancara pada Senin sore.
Ketegangan meningkat pada Sabtu sebelumnya, ketika Hamas membebaskan tiga tahanan Israel sebagai bagian dari pertukaran tahanan tahap ketujuh. Namun, Israel kemudian memutuskan untuk menangguhkan pembebasan tahanan Palestina. Langkah ini dipicu oleh aksi Hamas yang memamerkan kekuatan militernya selama penyerahan tahanan, yang memicu reaksi keras dari publik Israel dan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Kantor Netanyahu secara resmi meminta Hamas untuk menghentikan tindakan yang mereka anggap sebagai provokasi.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang tentara Israel yang ditawan mencium kening seorang pejuang Hamas dari Brigade Al-Qassam. Video lain menunjukkan dua tahanan Israel yang menyaksikan pembebasan rekan mereka dari jarak dekat, sambil menangis dan memohon kepada Netanyahu agar segera mempercepat pertukaran tahanan. Tayangan ini memicu guncangan emosional di kalangan warga Israel dan dipandang oleh sejumlah media sebagai bagian dari strategi perang psikologis Hamas.
Negosiasi yang dimediasi oleh pihak ketiga hingga kini masih berlangsung, dengan kedua belah pihak tetap bertahan pada sikapnya. Hamas menekankan bahwa pembebasan tahanan Palestina harus menjadi langkah prioritas sebelum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai penyerahan jenazah tahanan Israel.
