Wakil Hizbullah Ungkap Upaya Pihak Asing Halangi Prosesi Pengiringan Jenazah Syahid Nasrallah
POROS PERLAWANAN – Anggota fraksi al-Wafa di Parlemen Lebanon, Hasan Fadhlullah menyatakan, ada sejumlah pihak yang melancarkan perang besar terhadap prosesi pengiringan jenazah Syahid Sayyid Hasan Nasrallah dan Sayyid Hashim Shafiudin.
“Beberapa Kedubes asing telah mengontak sejumlah tokoh. Mereka berusaha mencegah para tokoh itu menghadiri prosesi pengiringan jenazah,” kata Fadhlullah kepada al-Mayadeen, Fars melaporkan.
“Demi mencegah keikutsertaan masyarakat di prosesi pengiringan jenazah, mereka melancarkan propaganda negatif terkait kondisi cuaca dan situasi keamanan.”
“Jumlah para pengiring menunjukkan cinta, ketulusan, dan keteguhan rakyat terhadap norma Perlawanan.”
“Para partisipan dalam prosesi ini adalah bangunan kerakyatan Perlawanan yang berasal dari seluruh suku dan kawasan.”
“Kami tidak berniat mengirim pesan politis, kepartaian, dan kerakyatan dari prosesi ini. Namun seluruh hadirin datang ke prosesi untuk mendeklarasikan loyalitas mereka kepada dua Syahid mulia ini,” pungkas Fadhlullah.
Menanggapi prosesi pengiringan jenazah Syahid Nasrallah yang dihadiri jutaan orang itu, Abdel Bari Atwan dalam tulisannya di Rai al-Youm menyatakan,”Prosesi agung ini diselenggarakan oleh Hizbullah dengan sangat cermat dan piawai. Ini membuktikan hahwa Hizbullah telah melewati masa krisis ‘teror pager’ dan memulihkan kekuatannya. Hizbullah akan segera kembali ke kancah politik dan militer di Lebanon dan Dunia Arab dengan kekuatan penuh.”
“Sayangnya, dan tentu bukan hal aneh, sebagian besar Pemerintahan Arab tidak hadir dalam prosesi agung tersebut. Mayoritas media-media mereka juga tidak hadir lantaran takut kepada para majikan AS-Israel mereka. Ini mengungkap esensi nyata dan skala konspirasi mereka, serta membuktikan bahwa norma perlawanan, kemuliaan, serta komitmen kepada Umat Islam dan Arab tidak ada dalam doktrin mereka. Maka, mustahil kita berharap kepada orang-orang yang selama lebih dari 500 hari hanya menonton perang Gaza; mereka yang bahkan tidak memberi bantuan walau sekadar secarik kain kafan, sekerat roti, atau obat dan susu bubuk untuk anak-anak Gaza. Sebab itu, ketidakhadiran mereka tidak perlu disesali.”
