Presiden Jerman Kecam Sikap Trump Rendahkan Zelensky dalam Pertemuan di Gedung Putih
POROS PERLAWANAN – Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, mengkritik keras cara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperlakukan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pertemuan resmi di Gedung Putih. Menurut Steinmeier, sikap Trump dalam pertemuan tersebut tidak dapat diterima dan merusak prinsip-prinsip diplomasi.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Kantor Berita Farsnews pada Minggu 2 Maret, Steinmeier menyoroti tindakan Trump yang dianggapnya merendahkan Zelensky di hadapan publik dunia. “Diplomasi gagal ketika mitra suatu negara dipermalukan dalam proses negosiasi,” ujarnya.
Steinmeier juga mengungkapkan keterkejutannya atas insiden tersebut. “Melihat kejadian di Gedung Putih kemarin benar-benar membuat saya terkejut. Saya tidak pernah membayangkan bahwa kita harus membela Ukraina dari Amerika Serikat,” tambahnya.
Presiden Jerman menegaskan bahwa Eropa tetap berkomitmen terhadap prinsip kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum. Ia juga menyerukan agar negara-negara Eropa mengambil langkah-langkah guna mencegah Ukraina menyerah dalam konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan Steinmeier muncul setelah Trump, dalam pernyataan terbarunya pada Jumat lalu, menuduh Zelensky membahayakan keamanan global. Trump memperingatkan bahwa keputusan Zelensky untuk menolak bernegosiasi dengan Rusia dapat memicu Perang Dunia Ketiga dan mengancam nyawa jutaan orang.
Lebih lanjut, Steinmeier menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat di Jerman untuk menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks. Pemilu parlemen Jerman yang baru saja digelar menunjukkan kemenangan kubu konservatif, dengan Friedrich Merz diperkirakan akan menjadi kanselir baru negara tersebut.
Dengan meningkatnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia serta dinamika hubungan internasional yang berubah, pernyataan Steinmeier menjadi sorotan di tengah upaya Eropa untuk mempertahankan stabilitas dan solidaritas regional.
