Media Israel Bongkar Skandal Besar: Informasi Rahasia Dimona Diduga Dijual ke Iran!
POROS PERLAWANAN – Israel dihebohkan dengan skandal intelijen yang mengguncang sistem pertahanannya! Seorang insinyur Israel diduga membocorkan informasi super-rahasia tentang fasilitas nuklir Dimona kepada Iran, memicu kekhawatiran besar di kalangan pejabat keamanan.
Menurut laporan eksklusif dari Yedioth Ahronoth, yang dilansir Kantor Berita berbahasa Ibrani Tasnimnews pada Senin 3 Maret, insinyur bernama Doron Bukhovizi, berusia 29 tahun dan berasal dari Beersheba, diduga menjalin kontak langsung dengan intelijen Iran dan menjual informasi strategis yang berpotensi mengancam keamanan Israel.
Akses Langsung ke Penelitian Nuklir Dimona
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Bukhovizi memiliki akses ke data penelitian nuklir Israel di fasilitas Dimona, sebuah pusat riset paling rahasia yang dikaitkan dengan program nuklir negara itu. Dalam interogasi yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Israel Shin Bet, ia mengakui memiliki komunikasi dengan agen asing dan memberikan data yang sangat sensitif kepada musuh.
Investigasi mengungkap bahwa Bukhovizi adalah lulusan Sekolah Teknologi Teknik Beersheba pada 2023. Setelah itu, ia bekerja sebagai insinyur kimia dan manajer pabrik di fasilitas amonia baru di Haifa. Namun, di balik pekerjaannya yang tampak biasa, ia diduga telah menjalankan operasi spionase berbahaya.
Tertangkap Basah dalam Operasi Shin Bet!
Dinas Intelijen Israel akhirnya berhasil menangkap Bukhovizi dalam sebuah operasi rahasia. Laporan dari Pulse dan Shin Bet menyebutkan bahwa ia telah menjalin komunikasi dengan pihak intelijen Iran selama berbulan-bulan, menyampaikan informasi mengenai beberapa fasilitas strategis di Israel.
Tak hanya itu, insinyur ini juga disebut-sebut mengirimkan gambar-gambar fasilitas nuklir serta data teknis yang sangat berharga bagi Iran. Ia bahkan merinci sistem pengendalian air berat, yang merupakan komponen krusial dalam operasi nuklir, dan cara kerja kotak kontrol serta komunikasi di Dimona.
Motif: Pengkhianatan atau Perlawanan?
Hal yang lebih mengejutkan, menurut Yedioth Ahronoth, Bukhovizi tidak direkrut oleh Iran, melainkan secara sukarela menghubungi mereka! Laporan tersebut menyebutkan bahwa ia menawarkan diri untuk menjual informasi strategis sebagai bentuk protes terhadap kebijakan rezim Israel.
Skandal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan fasilitas nuklir Israel dan sejauh mana informasi yang telah bocor ke tangan Iran. Dengan pengakuan Bukhovizi yang mengejutkan, Dinas Keamanan kini berpacu dengan waktu untuk memastikan apakah ada jaringan lain yang terlibat dalam kebocoran data sensitif ini.
Kasus ini masih dalam tahap investigasi, namun dampaknya sudah mulai terasa. Israel kini berada dalam tekanan besar untuk meninjau ulang sistem keamanan nasionalnya agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Apakah ini kasus pengkhianatan terbesar dalam sejarah Israel? Atau hanya permulaan dari skandal yang lebih besar?
