Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Haaretz: Israel di Ambang Keruntuhan, Tapi Masih Berambisi Perluas Pendudukan

Haaretz: Israel di Ambang Keruntuhan, Tapi Masih Berambisi Perluas Pendudukan

POROS PERLAWANAN – Penulis dan analis ternama Israel, Zvi Bar’el, dalam tulisannya di Haaretz menyoroti situasi krisis Rezim ZIonis di tengah berbagai tantangan dalam dan luar negeri. Ia menulis,”Israel ibarat sebuah waralaba supermarket yang menuju kebangkrutan lantaran manajemen korup, namun masih berupaya memperluas dan membuka cabang-cabang baru.”

“Analogi ini menunjukkan problem yang dihadapi Israel di tengah krisis domestik yang terus memburuk. Di saat kita terjebak dalam krisis domestik besar, Kabinet Israel justru melanjutkan kebijakan ekspansifnya di Tepi Barat, juga meningkatkan serangan ke Gaza, Lebanon, dan Suriah. Pada hakikatnya, Kabinet Israel bertindak seolah kita dalam kondisi stabil dan Kabinet tidak berhadapan dengan ancaman eksistensional dari dalam,” imbuh Bar’el, dilansir Tasnim.

“Hari ini, Israel berperilaku seolah segalanya tidak berubah. Padahal, dampak serangan 7 Oktober 2023 telah menimbulkan gempa besar di dalam Israel, yang mengguncangkan kepercayaan publik kepada Kabinet dan lembaga-lembaga keamanan. Setelah kekalahan mengenaskan ini, Kabinet Israel masih terus mengambil kebijakan-kebijakan keras, baik di level keamanan atau politik. Kabinet Israel memperluas operasi militernya tanpa menunjukkan sebuah visi strategis jelas untuk mengakhiri perang. Semua ini terjadi di saat perselisihan internal kian meluas dan protes terhadap para pejabat semakin meningkat.”

“Alih-alih mengatasi krisis, Kabinet Israel pimpinan Benyamin Netanyahu justru terfokus untuk memperluas krisis-krisis ini; sama seperti seorang pemilik waralaba supermarket bangkrut yang terus membuka cabang-cabang baru, alih-alih mengatasi problem utama. Investigasi militer terbaru terkait kekalahan 7 Oktober 2023 mengungkap kedalaman pengabaian dan kecerobohan, yang telah menyebabkan kerugian jiwa besar bagi warga Israel, termasuk tewas dan terlukanya ribuan orang dan berlanjutnya derita para tawanan di terowongan-terowongan Gaza.”

“Kabinet Israel tidak mengizinkan komisi-komisi independen melakukan investigasi. Kabinet ini telah menyebabkan Israel menderita kerugian yang belum pernah dialaminya dalam sejarah. Kabinet menganggap teror para pimpinan Hizbullah dan Hamas sebagai capaian-capaian besarnya. Blunder-blundernya terus berlanjut. Di saat tidak berhasil mengatasi krisis domestik, alih-alih melaksanakan kesepakatan gencatan senjata dan mundur dari Gaza seperti yang diminta Hamas, Kabinet Israel malah membahayakan pertukaran tawanan hanya demi melanjutkan pendudukan di Gaza. Padahal para pemukim di sekitar Gaza menghadapi banyak kesulitan untuk pulang ke rumah-rumah mereka.”

“Sama seperti perusahaan-perusahaan bangkrut yang memberikan dispensasi besar kepada para pengutangnya, kini para pejabat Israel meminta para pemukim untuk memercayai mereka.”

“Mempertahankan pendudukan di Lebanon akan membebankan biaya besar bagi Kabinet. Padahal ribuan pengungsi di permukiman-permukiman utara masih menunggu untuk kembali ke kehidupan normal mereka. Mereka merasa masih berjarak sangat jauh dari keamanan yang dijanjikan kepada mereka.”

“Pekan lalu, Israel membuka cabang baru ekspansinya, dengan dalih melindungi minoritas Druze di Suriah, yang bertujuan menjustifikasi kehadiran militernya di kawasan-kawasan baru yang didudukinya di negara tersebut. Ekspansi Kabinet Israel ini dilakukan dalam rangka mengalihkan perhatian dari krisis domestik, bukan sebuah strategi keamanan yang cerdas.”

“Banyak imperium besar di dunia yang dalam sejarah telah membuktikan, kehadiran militer di kawasan-kawasan pendudukan sebuah negara tidak bakal menjamin keamanan kita. Meski demikian, kita melihat Kabinet Israel masih bertekad membuktikan logika kelirunya, padahal warga Israel yang harus menanggung konsekuensi blunder-blunder tersebut,” pungkas Bar’el.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *