Bentrokan Meluas di Suriah, 42 Anggota Tahrir al-Sham Tewas
POROS PERLAWANAN – Bentrokan berskala besar terjadi di berbagai wilayah Suriah antara pasukan rakyat dan kelompok teroris Tahrir al-Sham, mengakibatkan setidaknya 42 orang tewas. Pertempuran ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara tersebut.
Menurut laporan Al-Mayadeen, Jumat (7/3), sejak upaya penggulingan Presiden Bashar al-Assad, kelompok Tahrir al-Sham semakin memperketat tekanan terhadap gerakan rakyat. Kelompok tersebut kerap terlibat dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah serta milisi lokal yang menentang keberadaannya di berbagai wilayah Suriah.
Pertempuran Terkonsentrasi di Wilayah Pesisir
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa bentrokan terbaru ini berlangsung sengit di beberapa wilayah barat Suriah, terutama di provinsi Latakia dan Tartus. Kedua wilayah ini memiliki posisi strategis, dengan Latakia menjadi basis utama angkatan laut Suriah dan Tartus sebagai lokasi pangkalan militer Rusia.
Laporan di lapangan menunjukkan bahwa pertempuran telah bergeser ke daerah pesisir, di mana pasukan rakyat dan aparat keamanan melakukan serangan balik terhadap posisi Tahrir al-Sham. Video dan gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah anggota kelompok teroris tersebut tewas dalam pertempuran, sementara beberapa lainnya ditangkap.
Pemberlakuan Jam Malam
Menyusul meningkatnya eskalasi konflik, Direktorat Jenderal Keamanan Provinsi Homs telah menetapkan jam malam mulai pukul 22.00 hingga 08.00 waktu setempat. Pembatasan serupa juga diberlakukan di Provinsi Tartus, di mana pergerakan warga dilarang pada rentang waktu yang sama guna mencegah kemungkinan serangan lanjutan.
Konvoi Tambahan Dikirim ke Medan Konflik
Sumber militer setempat melaporkan bahwa kelompok Tahrir al-Sham telah mengirim konvoi bersenjata ke garis depan untuk memperkuat pasukannya di wilayah konflik. Langkah ini menandakan potensi eskalasi lebih lanjut dalam beberapa jam ke depan.
Sementara itu, komunitas internasional terus memantau situasi di Suriah dengan perhatian khusus, mengingat kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
