Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Statemen Tegas Ayatullah Khamenei Tolak Perundingan dengan ‘Negara Arogan’ Jadi Pusat Perhatian Media Dunia

Statemen Ayatullah Khamenei Tolak Perundingan dengan ‘Negara Arogan’ Jadi Pusat Perhatian Media Dunia

POROS PERLAWANAN – Pidato Ayatullah Ali Khamenei pada Sabtu 8 Maret di hadapan para pejabat Pemerintah Iran diliput secara luas oleh media-media dunia.

Dilansir al-Alam, media-media berbahasa Inggris dunia menempatkan penolakan Pemimpin Iran terhadap perundingan di bawah tekanan kekuatan arogan dunia sebagai tajuk utama mereka.

Kantor Berita Reuters memilih judul “Iran Will Not Negotiate Under US ‘Bullying,’ Supreme Leader Says” untuk laporannya.

Media Barat ini menyinggung klaim Presiden AS, Donald Trump soal surat yang dikirimnya ke Iran. “Dalam pandangan Khamenei, tujuan Washington dari perundingan adalah memaksakan kehendak-kehendaknya,” tulis Reuters.

Reuters juga menonjolkan bagian dari pidato Ayatullah Khamenei, yang menyatakan bahwa tuntutan-tuntutan pihak Barat tidak terbatas dengan masalah nuklir saja. “Khamenei menegaskan, ia tidak bakal menerima tuntutan-tuntutan tersebut.”

Situs Times of Israel juga memberitakan pidato Pemimpin Iran dengan tajuk “Iran’s Khamenei Says Tehran Will Not Negotiate Under US ‘Bully’ Pressure.”

Menurut Times of Israel, pidato Ayatullah Khamenei pada Sabtu kemarin adalah respons terhadap klaim Trump soal suratnya kepada Tehran. “Pemimpin Iran menolak perundingan usai Presiden AS dalam sebuah surat menghendaki perundingan dengan Tehran soal nuklir,” tulis Times of Israel.

Kantor Berita AFP memuat laporan dengan judul “Setelah Ancaman Trump, Pemimpin Iran Kecam Taktik-taktik Arogannya.”

AFP menyoroti pernyataan Ayatullah Khamenei bahwa perundingan Barat tidak bertujuan untuk menyelesaikan masalah. “Mereka bersikeras untuk berunding. Namun tujuan mereka adalah mendominasi,” tulis AFP menukil statemen Pemimpin Iran.

Harian Indian Express memberitakan penolakan tegas Iran untuk berunding dan menyinggung keluarga AS dari kesepakatan nuklir (JCPOA) di periode pertama kepresidenan Trump.

“Trump-lah yang keluar dari kesepakatan antara Iran dan kekuatan-kekuatan dunia, yang membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan pengurangan sanksi-sanksi,” tulis Indian Express.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *