Utusan Khusus Trump Dipinggirkan Gegara Berunding Langsung dengan Hamas
POROS PERLAWANAN – Utusan Khusus AS untuk masalah tawanan, Adam Boehler, diberitakan dipinggirkan dari perundingan dengan Hamas. Tindakan ini diambil lantaran sejumlah statemen Boehler yang membuat Israel gusar. Kendati demikian, Gedung Putih belum merilis pernyataan resmi terkait hal ini.
Diberitakan al-Alam, Boehler dalam berbagai wawancara menyebut dialog dengan wakil Hamas “sangat baik.” Dia juga menganggap kekhawatiran-kekhawatiran Israel tidak penting. Harian Maariv melaporkan, 3 sumber dari Partai Republik memberi tahu harian Jewish Insider bahwa Pemerintah AS memutuskan untuk memecat Boehler usai tuntasnya masalah tawanan.
Menurut Maariv, dalam wawancara dengan CNN, Fox News, dan sejumlah televisi Israel, Boehlern memberi jawaban sarkastis saat ditanya soal interaksi langsungnya dengan Hamas. Dia mengatakan, penentangan Israel terhadap perundingan langsung dengan Hamas mungkin karena dia bisa bertemu dan melihat langsung para petinggi Hamas.
Dalam wawancara dengan media-media Zionis, Boehler bahkan menganggap remeh kekhawatiran Wakil Netanyahu dalam perundingan gencatan senjata, Ron Dermer, terkait perundingan dengan Hamas. Boehler mengeklaim bahwa “AS bukan pegawai Israel.”
“Meski demikian, setelah merilis statemen tersebut, Boehler mengunggah postingan di medsos dan berusaha menjelaskan maksud statemennya,” lapor Maariv.
“Setelah wawancara-wawancara ini, Boehler berbicara dengan para pejabat Republik pro-Israel di Gedung Putih. Dia menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran mereka terkait statemennya.”
Menurut Jewish Insider, sejumlah sumber berpendapat bahwa pembicaraan tersebut tidak ada gunanya sama sekali. Bahkan seorang senator mengeklaim bahwa “Boehler sama sekali tidak menyadari permasalahannya.”
Seorang pejabat senior Republik lainnya mengatakan, statemen Boehler pada Minggu lalu telah menimbulkan kehebohan di partai tersebut. Senator Republik lainnya berkata,”Saya mencemaskan orang yang duduk dengan Hamas dan kini percaya bahwa mereka adalah orang baik. Statemennya (Boehler) sangat aneh. Tindakannya telah menyebabkan ketidakpercayaan luas.”
