Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman: Akan Kami Disiplinkan Amerika dengan Cara ‘Profesional dan Menyakitkan’

POROS PERLAWANAN – Menanggapi agresi brutal Amerika Serikat serta serangan terus-menerus terhadap wilayah permukiman di negaranya, Dewan Politik Tertinggi Yaman menegaskan bahwa pihaknya akan menghadapi Amerika dengan sikap tegas dan profesional.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 16 Maret, Dewan Politik Tertinggi Yaman menyatakan, “Kami meyakinkan rakyat Yaman yang tangguh dan teguh bahwa para agresor akan ditangani dengan cara yang profesional dan menyakitkan.”

Lembaga politik tertinggi Yaman itu juga menambahkan, “Kami tegaskan bahwa Amerika dan rezim Zionis pasti akan mengalami kekalahan. Seperti halnya dalam Pertempuran Badai Al-Aqsa, kekecewaan dan kekalahan akan menjadi nasib mereka.”

Diketahui, setelah agresi Amerika dan Inggris terhadap Yaman kembali berlanjut—yang dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kejahatan rezim Zionis—para ulama Yaman menyerukan jihad melawan para agresor.

Ikatan Ulama Yaman mengumumkan bahwa “Menghadapi agresi Amerika dan Inggris serta berjihad melawan keduanya merupakan kewajiban agama yang harus dipenuhi.”

Pernyataan Jubir Ansharullah

Sementara itu, Juru Bicara Ansharullah, Muhammad Abdul Salam menanggapi serangan udara Amerika di Yaman dengan menyebutnya sebagai agresi terbuka terhadap negara merdeka. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi rezim Zionis dalam memperpanjang pengepungan tidak adil terhadap Gaza.

Abdul Salam juga menepis statemen Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menuduh Yaman sebagai ancaman bagi navigasi internasional di Selat Bab al-Mandeb. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut salah dan hanya bertujuan untuk menyesatkan opini publik global.

“Pengepungan maritim yang diumumkan oleh Yaman untuk mendukung Gaza secara eksklusif menargetkan pengiriman ‘Israel’ serta memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat mencapai rakyat Gaza sesuai dengan perjanjian gencatan senjata antara Perlawanan Palestina dan entitas Zionis,” ujar Abdul Salam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengepungan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel diberlakukan hanya setelah batas waktu empat hari yang diberikan kepada para mediator berakhir.

“Kami menegaskan bahwa navigasi internasional di Laut Merah tetap aman dari pihak Yaman. Sebaliknya, serangan udara Amerika justru merupakan upaya untuk memiliterisasi ulang Laut Merah, yang pada kenyataannya menimbulkan ancaman nyata terhadap navigasi internasional di kawasan tersebut,” tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *