Militer Yaman Bersiap Lancarkan Serangan Balasan terhadap Agresi Amerika dan Inggris
POROS PERLAWANAN – Militer Yaman tengah mempersiapkan respons besar-besaran terhadap agresi yang dilakukan Amerika Serikat dan Inggris, yang sejauh ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta melukai sejumlah warga sipil.
Menurut laporan Tasnim News pada Sabtu 16 Maret, sumber di Yaman menyebutkan bahwa tentara negara itu tengah menyiapkan serangan balasan yang luas dan kuat guna menghadapi eskalasi serangan yang dilancarkan oleh Washington dan London.
Sebelumnya, pasukan AS dan Inggris dilaporkan telah membombardir wilayah Al-Sabaa di Saada sebanyak tiga kali, mengakibatkan puluhan warga sipil tewas. Tindakan ini semakin meningkatkan ketegangan dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Yaman, termasuk para ulama.
Ulama Yaman Nyatakan Jihad Melawan Amerika dan Inggris
Menyusul meningkatnya agresi militer Amerika dan Inggris, yang dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap kejahatan rezim Zionis, para ulama Yaman menyerukan jihad untuk melawan kedua negara tersebut.
Ikatan Ulama Yaman dalam pernyataannya menegaskan bahwa “Menghadapi agresi Amerika dan Inggris serta berjihad melawan keduanya merupakan kewajiban agama yang harus dipenuhi”.
Seruan jihad ini memperkuat sikap perlawanan yang diambil oleh kelompok-kelompok di Yaman, yang menegaskan tekad mereka untuk menghadapi serangan militer yang terus berlangsung.
Ansharullah: Yaman Tidak Akan Mundur dari Perjuangan untuk Gaza
Di sisi lain, Wakil Ketua Otoritas Media Ansharullah, Nasruddin Amer menegaskan bahwa Yaman tidak gentar menghadapi ancaman dari Amerika dan Inggris.
“Amerika harus menyadari bahwa kami hanya menyembah Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya, dan kami hanya takut kepada azab-Nya. Amerika bukanlah tuhan bagi kami yang harus disembah atau ditakuti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan Yaman terhadap Gaza bukanlah keputusan yang diambil dengan rasa takut, melainkan sebuah prinsip yang kokoh.
“Jika kami takut kepada Amerika, tentu kami tidak akan mengambil keputusan untuk berdiri bersama Gaza. Jika kami takut berkorban di jalan Allah, tentu kami tidak akan memilih jihad, melainkan mengikuti banyak pihak yang memilih diam dan bersikap lemah dalam membela Gaza,” lanjutnya.
Amer juga menyatakan bahwa tujuan utama perjuangan Yaman adalah mencabut blokade atas Gaza dan menyelamatkan penduduknya dari kelaparan.
“Untuk mencapai tujuan ini, kami telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal milik musuh Zionis. Namun, Amerika dan lobi Zionis yang mengendalikannya menganggap bahwa membiarkan rakyat Gaza mati kelaparan adalah kepentingan utama mereka, bahkan jika itu berarti meningkatkan eskalasi militer terhadap negara dan rakyat kami,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Yaman tidak akan mundur dari perjuangan ini hingga blokade atas Gaza benar-benar dicabut.
“Kami bertawakal kepada Allah. Cukuplah Dia sebagai Pelindung dan sebaik-baik Penolong,” tutupnya.
