Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman: Trump Lakukan Kesalahan Strategis Terbesar dalam Sejarah Amerika Serikat

POROS PERLAWANAN – Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan bahwa serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat pada dini hari ini merupakan “kesalahan strategis terbesar dalam sejarah AS”, yang akan membawa “konsekuensi serius”.

Puluhan Warga Sipil Menjadi Korban

Kementerian Kesehatan Yaman mengonfirmasi bahwa puluhan warga sipil tewas dan luka-luka akibat serangan udara Amerika Serikat pada Sabtu dini hari (16/3). Dalam pernyataan resminya, kementerian tersebut menegaskan bahwa Presiden Donald Trump telah melakukan kesalahan strategis terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, yang akan berdampak serius dan berbahaya.

Kantor Berita Yaman, Sabanews, pada Minggu (16/3), melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara semalam terus meningkat. Hingga saat berita ini ditulis, sedikitnya 31 orang telah gugur dan 101 lainnya mengalami luka-luka.

Serangan Menargetkan Wilayah Permukiman

Dalam wawancara dengan televisi Al-Arabi, Kementerian Kesehatan Yaman menegaskan bahwa serangan udara Amerika Serikat tidak menyasar pangkalan militer atau gudang senjata, melainkan permukiman warga. Akibatnya, banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Kementerian Kesehatan Yaman juga menyatakan:
“Dengan adanya blokade yang masih berlangsung, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk merawat para korban serangan Amerika Serikat. Agresi yang telah berlangsung selama lebih dari sembilan tahun terhadap Yaman telah menghancurkan 45 persen kapasitas sektor kesehatan negara ini. Saat ini, kami mengalami kekurangan peralatan medis yang sangat parah, tetapi kami tetap bertahan.”

Serangan Udara di Sana’a dan Sa’dah

Pada dini hari tadi, serangan udara Amerika Serikat menargetkan beberapa lokasi di provinsi Sana’a dan Sa’dah, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Sumber medis Yaman melaporkan bahwa dalam serangan terhadap wilayah Qahzah, di utara provinsi Sa’dah (dekat perbatasan Arab Saudi), sedikitnya 15 wanita dan anak-anak menjadi korban.

Pemerintah Sana’a: Klaim AS adalah Kebohongan

Menanggapi serangan ini, pemerintah Sana’a menegaskan bahwa klaim Amerika Serikat mengenai serangan terhadap instalasi militer adalah kebohongan belaka.

Sebelumnya, harian The Wall Street Journal, mengutip sumber pejabat Amerika Serikat, melaporkan, target serangan adalah fasilitas militer di Sana’a dan Sa’dah serta rumah beberapa pemimpin Ansarullah. Namun, pemerintah Yaman membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa serangan udara Amerika Serikat menyasar wilayah sipil, yang dianggap sebagai kejahatan perang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *