Pemimpin Senior Ansharullah Muncul di Publik Setelah Dikabarkan Gugur dalam Serangan Udara ‘Presisi’ Amerika
POROS PERLAWANAN – Pemimpin senior Ansharullah Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, muncul di hadapan publik setelah beredar laporan bahwa ia menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat di Ibu Kota Yaman, Sanaa.
Kemunculan al-Houthi dalam pawai besar-besaran pada Senin 17 Maret bertujuan untuk membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa ia dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Selain itu, ia juga mempertegas sikap rakyat Yaman dalam menghadapi tantangan Amerika Serikat serta dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina di tengah eskalasi konflik di Jalur Gaza.
Bantahan atas Laporan Kematian
Sejak beberapa jam sebelumnya, berbagai media dan platform daring ramai memberitakan bahwa Mohammed Ali al-Houthi gugur dalam serangan udara “presisi” yang dilakukan pasukan AS. Informasi ini memicu spekulasi dan reaksi luas di media sosial.
Namun, al-Houthi segera membantah kabar tersebut melalui unggahan di akun X (Twitter) resminya. Dalam cuitannya, ia menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan menepis laporan tersebut sebagai rumor tak berdasar.
“Agresi ini hanya akan memperkuat tekad kami untuk melawan dan membela hak-hak rakyat kami serta tujuan kami yang sah”, tulisnya dalam pernyataan di media sosial.
Eskalasi Serangan dan Respons Houthi
Amerika Serikat mengeklaim serangan udaranya menargetkan posisi milisi Houthi di Sanaa dan beberapa wilayah lain di Yaman. Washington menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai “ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata itu terhadap stabilitas Kawasan”.
Para pengamat menilai bahwa serangan ini adalah bagian dari strategi militer AS untuk melemahkan kapabilitas Houthi. Namun, Kelompok Houthi terbukti tetap kuat dan kokoh di tengah serangan.
Pawai Massa dan Solidaritas untuk Gaza
Dalam kesempatan yang sama, Mohammed Ali al-Houthi menekankan bahwa pawai rakyat yang berlangsung di Sanaa merupakan bukti nyata dukungan rakyat Yaman terhadap perjuangan Palestina. Ia menyatakan bahwa pawai tersebut mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa rakyat Yaman tetap teguh dalam menghadapi tekanan internasional.
“Ini adalah bukti kehendak bebas rakyat Yaman, yang tidak akan goyah dalam menghadapi tantangan apa pun,” ujarnya.
Kemunculan al-Houthi di tengah laporan kematiannya menegaskan posisi kuat kelompoknya dalam dinamika politik dan konflik regional yang terus berkembang, terutama dalam kaitannya dengan ketegangan di Palestina dan kawasan Timur Tengah secara lebih luas.
