Pemimpin Oposisi Turki Sebut Penangkapan Rival Utama Erdogan ‘Kudeta Politik’ dengan Menyalahgunakan Badan Yudikatif
POROS PERLAWANAN – Pemimpin kubu oposisi Turki, Ozgur Ozel bereaksi keras terhadap penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu. Pemimpin Partai Rakyat Republik (CHP) ini mengatakan, orang-orang yang ingin mencuri masa depan Turki menggunakan aparat keamanan dan Badan Yudikatif untuk menangkap Imamoglu.
Dilansir Fars, Ozel berkata bahwa apa yang terjadi adalah “sebuah kudeta politik dengan menyalahgunakan Badan Yudikatif.”
“Sangat memalukan bahwa para hakim dan jaksa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politis,” ujar Ozel.
“Sejumlah hakim dan jaksa yang periode mereka telah berakhir dipekerjakan di pos-pos politik.”
“Erdogan harus tahu bahwa jika Pemerintahan dikembalikan kepada rakyat, maka kemenangan akan menjadi milik rakyat.”
Menteri Hukum Turki mengumumkan, 100 orang telah ditahan untuk diinvestigasi terkait tuduhan korupsi dan suap.
Ia menyatakan, tak seorang pun yang lebih tinggi dari hukum, termasuk Wali Kota Istanbul. Semua orang setara di pengadilan dan hukum, katanya.
Ia mengeklaim, investigasi yang sedang berlangsung tak ada kaitannya dengan Presiden Erdogan.
Imamoglu adalah salah satu tokoh penting Partai Rakyat Republik. Dia dianggap sebagai rival utama Erdogan dalam Pilpres Turki mendatang. Penangkapan Imamoglu bisa berpengaruh signifikan terhadap situasi politik Turki.
Penangkapan Wali Kota Istanbul dan pembatalan ijazah pendidikannya kemungkinan akan meningkatkan ketegangan di atmosfer politik Turki.
Menyusul penangkapan Imamoglu, ribuan warga Turki turun ke jalan dan berkumpul di depan markas Partai Rakyat Republik. Mereka memprotes penangkapan Imamoglu dan mendesak agar ia segera dibebaskan.
Sejumlah besar mahasiswa Turki juga berdemo memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul. Aksi protes mereka dibubarkan pasukan antihuruhara Turki.
