Pemimpin Tertinggi Iran Singgung Kejahatan Keji Israel yang Terus Berulang
POROS PERLAWANAN – Dalam pesannya pada awal tahun 1404 HS pada Kamis 20 Maret, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyoroti kebetulan datangnya Tahun Baru dengan Malam Kemuliaan (Lailatul Qadar) serta hari-hari kesyahidan Imam Ali a.s.
Ayatullah Khamenei menyampaikan harapannya agar berkah Malam Kemuliaan tercurah kepada rakyat Iran dan seluruh umat yang memulai Tahun Baru dengan Nowruz.
Ayatullah Khamenei menilai bahwa tahun 1403 HS merupakan tahun yang sarat dengan berbagai peristiwa penting dan bersejarah, yang dapat dibandingkan dengan dampak peristiwa tahun 1960-an. Tahun ini diwarnai oleh berbagai tantangan, kesulitan, serta musibah yang menimpa umat Islam. Beliau menyatakan: “Takbir syahidnya sejumlah penasihat Iran di Damaskus, syahidnya Aghae Raisi—Presiden tercinta bangsa Iran—serta berbagai peristiwa tragis yang terjadi di Teheran dan Lebanon telah menyebabkan bangsa Iran dan umat Islam kehilangan sosok-sosok yang sangat berharga pada tahun ini.”
Selain itu, Ayatullah Khamenei menyinggung agresi terbaru rezim Zionis terhadap Gaza, yang ia sebut sebagai kejahatan besar dan dahsyat. Beliau menegaskan bahwa tragedi ini bukan hanya persoalan Palestina, melainkan juga persoalan umat Islam secara keseluruhan. Oleh karena itu, beliau menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mengesampingkan perbedaan, bersatu, dan menghadapi kejahatan ini dengan sikap yang tegas.
Ayatullah Khamenei juga menegaskan bahwa masyarakat global, khususnya mereka yang berada di Eropa dan Amerika, memiliki tanggung jawab moral untuk menentang tindakan keji ini. Beliau mengajak seluruh manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan untuk melawan tindakan biadab yang terus berulang, seperti pembunuhan anak-anak, penghancuran rumah-rumah penduduk, serta pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.
Menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik ini, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis tidak terlepas dari dukungan Washington. Menurutnya, tindakan ini dilakukan atas perintah langsung atau setidaknya dengan restu dari Pemerintah Amerika Serikat. Selain itu, beliau juga mengecam serangan terhadap rakyat dan warga sipil Yaman, yang disebutnya sebagai kejahatan lain yang harus dihentikan.
Di akhir pidatonya, Pemimpin Revolusi Islam menyampaikan harapannya agar hati suci Imam Ali a.s. serta jiwa para Syuhada merasa senang dan ridha terhadap rakyat Iran. Beliau mendoakan agar bangsa Iran senantiasa dilimpahi kesejahteraan, kemenangan, kebahagiaan, ketenteraman, serta tetap bersatu hingga akhir tahun.
