Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Yaman

Kirim Tambahan Kapal Induk ke Asia Barat, Trump Gunakan Kembali Taktik ‘Permainan Pengecut’

AS: Serangan-serangan Ansharullah Bebankan Biaya Besar kepada Kita

POROS PERLAWANAN – Dikutip Fars dari Associated Press (AP), Militer AS diberitakan akan menambah jumlah kapal-kapal induknya di perairan Asia Barat. Menhan AS, Pete Hegseth mengambil keputusan ini di tengah meningkatnya konfrontasi AS dengan Militer Yaman.

Menurut AP, Hegseth pada hari Kamis lalu meneken instruksi untuk memperpanjang masa tugas USS Harry Truman untuk sedikitnya satu bulan ke depan.

Militer AS menggunakan USS Harry Truman untuk melancarkan operasi militer di Laut Merah terhadap Militer Yaman.

Sebelum ini, kapal induk tersebut direncanakan akan kembali ke pangkalan aslinya di Norfolk, Negara Bagian Virginia pada akhir Maret ini.

Hegseth juga memerintahkan kapal induk USS Carl Vinson untuk menuju Timteng dari Samudera Pasifik.

Berdasarkan kutipan AP dari para pejabat AS, diperkirakan USS Vinson tiba di kawasan Timteng pada awal April mendatang.

Bulan ini USS Vinson terlibat dalam latihan perang dengan Militer Jepang dan Korsel di dekat Laut Kuning dan Laut Jepang. Rencananya kapal induk tersebut akan kembali ke pangkalannya di San Diego pada 3 pekan mendatang.

Dengan melihat latar belakang Donald Trump, sejumlah analis menafsirkan penambahan kapal induk AS ini sebagai bagian dari taktik yang disebut “Permainan Pengecut (Game of Chicken)” demi memaksa lawan untuk mundur.

Apa Arti Game of Chicken?

Taktik ini berasal dari teori permainan, yang diambl dari sebuah permainan jalanan asumtif. Dalam permainan ini, tiap dari 2 sopir diasumsikan melaju dengan kecepatan tinggi ke arah sopir lainnya di sebuah jalan.

Dalam permainan ini, salah satu dari kedua sopir itu mempertaruhkan nyawanya dengan risiko kalah dan mesti keluar dari jalur. Jika tidak, mereka berdua akan mati.

Jika salah satu sopir takut dan keluar dari jalur, dia dianggap kalah dan disebut sebagai “pengecut (chicken)”.

Asumsi Trump adalah jika ia melanjutkan kegilaannya, para rivalnya akan keluar dari jalur mereka sehingga ia bisa mendapatkan keinginannya dari mereka.

Salah satu alasan Trump mengajukan tuntutan-tuntutan aneh dan absurd, baik kepada kawan atau lawan AS, adalah jika pihak lain menganggapnya “orang gila” yang ngotot menolak untuk mengubah jalurnya, kemungkinan mereka akan menepi dan mundur.

Meski demikian, penambahan kapal induk AS di perairan Timteng dianggap tidak akan membuat Yaman mundur.

Berbagai forum di AS menyatakan, mereka tidak berpikir bahwa agresi AS ke Yaman akan menangkal operasi-operasi Ansharullah.

Sebagai contoh, Institut Dewan Atlantik dalam laporannya beberapa hari lalu menegaskan, aksi-aksi militer Trump di Yaman tidak akan mewujudkan tujuan-tujuan regional Washington.

Institut ini berpendapat, satu-satunya cara AS di hadapan Yaman adalah menemukan solusi kedua belah pihak melalui dialog dan perundingan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *