Hizbullah Resmi Bantah Keterlibatannya dalam Serangan Roket ke Utara Tanah Pendudukan
POROS PERLAWANAN – Menanggapi serangan roket ke utara Tanah Pendudukan pada Sabtu pagi 22 Maret, Hizbullah menyatakan bahwa tudingan keterlibatan Perlawanan Lebanon dalam serangan ini bertujuan untuk menjustifikasi agresi ke wilayah Lebanon.
Dilansir Fars, kota Matula di utara Tanah Pendudukan menjadi target serangan roket pada Sabtu pagi tadi. Militer Israel mengaku menembakkan sedikitnya 3 rudal pencegat ke arah sasaran di langit. Menyusul serangan tersebut, Militer Rezim Zionis membombardir puluhan titik di selatan Lebanon.
Hizbullah menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen dengan kesepakatan gencatan senjata. Hizbullah mendukung Pemerintah Lebanon untuk mengatasi aksi berbahaya dan provokatif Rezim Zionis ini.
Sumber-sumber al-Mayadeen menyatakan, Hizbullah tak memiliki hubungan dengan serangan roket Sabtu pagi tadi. Menurut al-Mayadeen, Hizbullah biasa merilis statemen setelah melancarkan operasi dan mengaku bertanggung jawab atasnya. Namun cara penembakan amatir roket pada Sabtu pagi menunjukkan, serangan itu tidak ada kaitannya dengan Hizbullah.
Kendati Pemerintah Lebanon mengumumkan akan menyelidiki asal serangan roket tersebut, PM Israel Benyamin Netanyahu pada Sabtu sore memerintahkan serangan udara ke selatan Lebanon.
“Israel tidak perlu dalih untuk melanjutkan agresi-agresinya ke Lebanon,” kata sumber-sumber al-Mayadeen.
Sebuah sumber militer dalam wawancara dengan al-Jazeera mengatakan,”Penyelidikan perdana menunjukkan, roket-roket yang ditembakkan ke Tanah Pendudukan adalah tipe lama.”
“Militer Lebanon siap menyikapi perkembangan di selatan Lebanon. Pasukan Lebanon berkoordinasi penuh dengan pasukan UNIFIL,” imbuhnya.
Menurut sumber-sumber Lebanon, serangan jet-jet tempur Israel ke kota Taulin di selatan Lebanon menewaskan 2 orang dan melukai beberapa orang lainnya.
