Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

AS Tangguhkan Beberapa Sanksi terhadap Rezim al-Jolani

POROS PERLAWANAN – Seorang diplomat Amerika, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri al-Jolani, menetapkan sejumlah prasyarat yang, jika dipenuhi sepenuhnya, akan memungkinkan penangguhan sementara beberapa sanksi yang telah dijatuhkan terhadap negara itu sejak 14 tahun lalu.

Menurut Kantor Berita Tasnimnews, pada Kamis (27/3), Barbara Leaf, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, bertemu dengan Asaad Al-Shaibani, Menteri Luar Negeri al-Jolani, di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri negara-negara pendukung Suriah di Brussels beberapa hari lalu.

Reuters melaporkan, pertemuan ini terungkap dalam sebuah laporan berdasarkan sumber dari Amerika Serikat dan Suriah. Dalam pertemuan tersebut, Barbara Leaf menyampaikan daftar tuntutan Washington kepada Asaad Al-Shaibani.

Meskipun Barbara Leaf, sebagai pejabat tertinggi di Divisi Timur Tengah Departemen Luar Negeri AS, telah mengunjungi Damaskus pada Desember lalu setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad, pertemuan ini merupakan yang pertama baginya sebagai anggota pemerintahan Donald Trump dengan Menteri Luar Negeri rezim al-Jolani.

Tuntutan Amerika Serikat terhadap Pemerintah Transisi Suriah

Reuters melaporkan bahwa tuntutan utama AS kepada rezim al-Jolani adalah penghancuran sisa-sisa senjata kimia di negara itu. Sejak 2013, Amerika Serikat telah menekan pemerintahan Bashar al-Assad secara militer dan politik untuk menyerahkan persediaan senjata non-konvensionalnya, dengan dalih serangan kimia di wilayah Ghouta Timur, Damaskus. Setelah pelucutan senjata tersebut, serangan rezim Israel terhadap Suriah terus berlanjut secara signifikan, bahkan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.

Persyaratan lain yang diajukan oleh diplomat Amerika itu termasuk kerja sama penuh dalam memerangi terorisme. Selain itu, rezim al-Jolani diminta untuk tidak memberikan perlakuan istimewa kepada milisi non-Suriah.

Tuntutan ini muncul di tengah meningkatnya kekuatan kelompok teroris Tahrir al-Sham, yang kini menguasai sebagian besar urusan di Suriah. Kelompok ini terdiri dari militan yang telah dipindahkan ke Suriah dari berbagai negara Arab dan non-Arab dalam satu dekade terakhir. Dalam dua bulan terakhir, pemerintah rezim al-Jolani telah menunjuk sejumlah anggota milisi dari Turki, Yordania, Chechnya, Mesir, dan Uighur ke posisi penting di Kementerian Pertahanan rezim al-Jolani, yang menimbulkan kekhawatiran di beberapa negara Arab.

Selain tuntutan tersebut, Barbara Leaf dan asistennya, Natasha Frances, yang turut hadir dalam pertemuan di Brussels, meminta Menteri Luar Negeri rezim al-Jolani untuk menunjuk utusan khusus guna menemukan Austin Tice, jurnalis Amerika yang hilang di Suriah.

Sebagai imbalan atas kerja sama dalam memenuhi tuntutan tersebut, Amerika Serikat menjanjikan beberapa pengecualian sanksi kepada rezim al-Jolani. AS juga berjanji akan memperpanjang pengecualian sanksi ini selama dua tahun jika merasa puas dengan kinerja pemerintah al-Jolani dalam melaksanakan tuntutannya.

Dalam laporan tentang pertemuan ini, surat kabar Asharq Al-Awsat mengungkapkan bahwa pihak Amerika tidak memberikan rincian mengenai pengecualian sanksi atau jadwal implementasinya.

Tags: