Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump: Media Membesar-besarkan Soal Kebocoran Signal!

POROS PERLAWANAN – Dalam komentarnya terkait skandal kebocoran informasi keamanan nasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa isu tersebut telah dibesar-besarkan oleh media.

Menurut Russia Today pada Jumat (28/3), Trump menanggapi skandal kebocoran informasi rahasia mengenai rencana serangan AS terhadap Yaman melalui sebuah grup di aplikasi perpesanan Signal dengan menyebutnya sebagai “upaya penutupan”.

Beberapa hari sebelumnya, pemerintahan Trump mengonfirmasi bahwa seorang jurnalis secara tidak sengaja telah ditambahkan ke sebuah grup Signal yang membahas informasi rahasia terkait operasi militer Washington terhadap Sanaa dan kelompok Ansharullah di Yaman.

Pada 15 Maret, Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Sanaa serta wilayah Saada di Yaman utara, yang menewaskan puluhan warga sipil.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump mengklaim bahwa dirinya “tidak khawatir”, seraya menambahkan bahwa “tidak ada hal istimewa yang terjadi karena serangan itu sangat berhasil.”

Ia juga mengecam perhatian besar media terhadap skandal kebocoran tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari “upaya menutup-nutupi sesuatu yang lebih besar.” Saat ditanya apakah pemerintahannya telah meremehkan insiden ini, Trump justru menuduh wartawan “melebih-lebihkan” situasi.

Trump kemudian berkomentar mengenai dugaan kelemahan keamanan dalam aplikasi Signal, dengan menyatakan, “Sejujurnya, saya pikir mungkin ada kesalahan pada Signal. Kami menggunakan Signal, semua orang menggunakannya, tetapi bisa saja ada kelemahan dalam platform ini yang harus kami perbaiki.”

Laporan The Atlantic: Kesalahan Fatal Pejabat Gedung Putih

Sementara itu, laporan yang diterbitkan oleh majalah The Atlantic mengungkap bahwa skandal ini berasal dari kesalahan fatal yang dilakukan oleh seorang pejabat senior Gedung Putih.

Menurut laporan tersebut, pejabat yang bertanggung jawab atas insiden ini diidentifikasi sebagai Mike Waltz, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih. Waltz diduga secara tidak sengaja menambahkan Jeffrey Goldberg, editor The Atlantic, ke dalam grup pribadi Signal yang mendiskusikan strategi militer AS terhadap Ansharullah di Yaman.

Goldberg mengungkapkan bahwa pada 11 Maret, ia menerima undangan untuk bergabung dengan Signal dari seseorang bernama Mike Waltz. Tak lama setelah itu, ia dimasukkan ke dalam grup bernama “Kelompok Kecil PC Houthi”, yang tampaknya terdiri dari sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS, termasuk:

1. Menteri Pertahanan J.D. Vance
2. Wakil Presiden Donald Trump
3. Tulsi Gabbard, Direktur Intelijen Nasional
Serta beberapa pejabat senior lainnya.

Goldberg mencatat, singkatan “PC” dalam nama grup tersebut merujuk pada Principals Committee, yaitu kelompok kecil berisi pejabat keamanan nasional dengan jabatan tertinggi di pemerintahan AS.

Laporan ini memicu pertanyaan serius mengenai standar keamanan komunikasi di dalam pemerintahan Trump, terutama terkait penggunaan aplikasi perpesanan instan untuk mendiskusikan informasi rahasia tingkat tinggi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *