Ansharullah: Jika UEA Dukung AS Agresi Yaman, Dubai dan Abu Dhabi akan Jadi Target Langsung Serangan Balasan
POROS PERLAWANAN – Gerakan Ansharullah Yaman memperingatkan Uni Emirat Arab (UEA) atas keterlibatan intelijen dan kerja sama militernya dengan Amerika Serikat dalam operasi terhadap Yaman. Ansarullah juga mengancam akan menargetkan Abu Dhabi dan Dubai dengan serangan rudal sebagai tindakan balasan.
Mohammed al-Farah, anggota Dewan Kepemimpinan Ansarullah, pada Jumat (28/3)menyampaikan peringatannya melalui platform X (Twitter) yang ditujukan kepada para pemimpin politik UEA.
Peringatan untuk UEA: “Pengkhianat Akan Membayar Harga”
Al-Farah menegaskan, semua pihak di Uni Emirat Arab yang mendukung serangan AS terhadap Yaman—baik melalui kerja sama intelijen maupun operasional di lapangan—akan menghadapi serangan balasan dari pasukan Yaman.
Ia juga menyoroti kemungkinan keterlibatan Emirat dalam serangan militer terbaru terhadap Yaman, dan memperingatkan tindakan semacam itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi.
“Jika para pemimpin UEA berpikir bahwa mereka bisa berkonspirasi melawan Yaman tanpa menerima balasan, mereka salah besar. Mereka akan segera membayar harga atas tindakan mereka,” ujar Al-Farah.
Target Rudal Ansarullah: Lebih dari Sekadar Al-Mokha dan Shabwa
Dalam pernyataannya, Al-Farah menegaskan bahwa rudal Yaman tidak hanya akan menargetkan Al-Mokha dan Shabwa—dua wilayah yang sebelumnya menjadi sasaran operasi Ansarullah—tetapi juga dapat menjangkau Dubai dan Abu Dhabi, dua kota utama UEA.
Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Yaman dan semakin eratnya koordinasi militer antara AS, UEA, dan koalisi Arab dalam menghadapi Ansarullah.
Jika ancaman ini benar-benar direalisasikan, maka konflik di Yaman dapat berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih luas, dengan UEA sebagai target langsung serangan balasan Ansarullah.
