Al-Houthi: Amerika Ngotot Paksa Negara Kawasan Tunduk dan Terhina Demi Pertahankan Supremasi Israel
POROS PERLAWANAN – Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, mengkritik kebijakan agresif Amerika Serikat di Timur Tengah dan menuduh Washington berusaha menekan negara-negara kawasan agar tunduk pada kepentingan Israel.
Menurut laporan Al-Masirah pada Sabtu (29/3), dalam pidatonya Al-Houthi memuji partisipasi besar rakyat Yaman dalam pawai Yaumul Quds Internasional yang berlangsung di Sanaa dan berbagai provinsi lainnya.
Dukungan Penuh Yaman untuk Palestina
Al-Houthi menekankan bahwa dukungan rakyat Yaman terhadap Palestina dan tempat-tempat suci Islam merupakan contoh teladan bagi negara-negara Muslim lainnya.
“Posisi rakyat kita terhadap Palestina bersifat menyeluruh dan mencakup semua aspek perjuangan. Dukungan ini nyata di semua tingkatan dan arena,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perlawanan rakyat Yaman tetap teguh menghadapi berbagai tekanan dan terus melangkah di jalan jihad dengan mengandalkan pertolongan Tuhan.
Besarnya jumlah peserta dalam aksi solidaritas tersebut, menurutnya, adalah pesan yang jelas kepada Amerika bahwa dukungan terhadap Palestina adalah suara seluruh lapisan masyarakat Yaman.
AS Berupaya Mengisolasi Palestina dan Memuluskan Kepentingan Israel
Al-Houthi menyoroti kebijakan Washington yang terus berusaha mengisolasi Palestina. Ia menuding bahwa kunjungan terbaru pejabat AS ke kawasan bertujuan untuk menghentikan dukungan bagi Palestina dan memastikan supremasi Israel tanpa hambatan.
“Amerika ingin memaksakan penghinaan dan ketundukan di kawasan ini. Mereka berupaya menyingkirkan semua rintangan yang menghalangi kepentingan Israel,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tekanan AS terhadap negara-negara yang mendukung Palestina, seperti Iran, Irak, dan Lebanon, serta menegaskan bahwa Perlawanan Islam di Lebanon semakin memperkuat posisinya dalam menghadapi tekanan tersebut.
Kritik terhadap Sikap Internasional yang Bungkam
Selain itu, Al-Houthi mengkritik diamnya masyarakat internasional terhadap agresi Israel terhadap Suriah, serta tekanan AS terhadap negara-negara seperti Afrika Selatan yang secara terbuka membela Palestina.
Ia memperingatkan bahwa bahkan di dalam Amerika Serikat, pihak-pihak yang ingin menghentikan perang di Gaza menghadapi risiko penangkapan dan represi.
“AS mendukung kejahatan Israel di Gaza dengan dalih menyerang target militer, padahal mereka justru mengebom fasilitas sipil, termasuk di Yaman,” pungkasnya.
